Kandidat Ketua The Fed Di Luar Dugaan, Dolar Menguat

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar AS menguat terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya di sesi Asia, Selasa (17/Okt) siang ini, terdukung oleh kenaikan yield obligasi US Treasury akibat Trump Effect. Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan lebih menyukai figur Ketua The Fed yang bersentimen hawkish untuk mengisi masa jabatan mulai tahun depan.

Yield obligasi US Treasury memantul naik dari level rendah dua minggu dan menambah kenaikan lagi Senin malam kemarin setelah Presiden Trump menyatakan suka dengan sentimen hawkish ekonom Stanford, John Taylor. Dibandingkan dengan Ketua The Fed saat ini, Janet Yellen, Taylor lebih hawkish dan tak menutup kemungkinan untuk menggantikan Yellen.

Disebutnya nama Taylor menjadi kejutan bagi kita semua, kata Shin Kadota, analis dari Barclays. Sebagian besar prediksi dan rumor mengenai kandidat terkuat Ketua The Fed 2018 tak ada yang mengunggulkan Taylor. Nama yang sering digadang-gadang selama ini justru hanya empat, yakni Jerome Powell, Kevin Warsh, Gary Cohn, dan Janet Yellen untuk terpilih kembali.

"Akan tetapi, dilaporkan pula bahwa pada Kamis mendatang, Trump akan bertemu dengan Yellen. Kabar mengenai calon Ketua The Fed terus berubah, sehingga pasar merasa sulit untuk bergerak secara signifikan ke arah tertentu, setidaknya sampai ada kejelasan," tambah Kadota. Menurut narasumber terpercaya yang dikutip oleh Reuters, Trump dijadwalkan akan bertemu dengan Yellen minggu ini dalam rangka pencarian ketua baru untuk bank sentral AS.

USD/JPY menurun 0.1 persen ke angka 112.070, dan diperdagangkan di kisaran 112.122 saat berita ini ditulis. Sementara itu, EUR/USD menurun 0.15 persen ke angka 1.1780 dan melanjutkan penurunan ke angka 1.1778 saat berita ini ditulis. GBP/USD tergelincir 0.1 persen ke angka 1.3241, menantikan komentar dari Gubernur BoE dalam testimoni sore nanti.
(Visited 39 times, 1 visits today)