Kecewa dengan Layanan Kesehatan, Mantan Perawat ini Hadirkan Aplikasi Homecare24

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Meski merupakan lulusan jurusan Keperawatan Universitas Indonesia, Theresia Lumban Gaol ternyata juga pernah mengalami masalah dengan layanan kesehatan. Ketika adiknya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit, ia mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan. Ia pun mencoba merawat sang adik di rumah, namun ternyata sulit untuk mendapatkan jasa kesehatan profesional yang bersedia datang ke rumah. Saya pun akhirnya mengetahui, kalau masalah tersebut disebabkan karena kesejahteraan perawat yang kurang layak. Gaji mereka bisa dikatakan berada di bawah standar hidup perkotaan. Di daerah pelosok, banyak perawat yang hanya mendapat gaji Rp500.000 setiap bulannya,”

Terobosan Yang Dilakukan Oleh Mantan Perawat ini

Berbekal pengalaman tersebut, Theresia mempunyai ide untuk membuat aplikasi yang bisa memudahkan masyarakat dalam memesan jasa perawat. Ia pun mengajak rekannya yang merupakan lulusan IT dari Universitas Bina Nusantara, Alexander Horison, untuk membangun aplikasi tersebut. Selain itu, Theresia juga meminta bantuan adiknya yang mempunyai latar belakang manajemen, Monica Lumban Gaol, untuk ikut bergabung. Pada tahun 2016, mereka bertiga berusaha mengumpulkan data perawat dan pengasuh di rumah (caregiver) yang berkualitas di tanah air. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan situs dan aplikasi Android bernama Homecare24 pada bulan Maret 2017. Tiga bulan berselang, mereka melanjutkannya dengan menghadirkan aplikasi serupa di platform iOS.

Homecare24 Telah memfasilitasi transaksi Rp300 juta

Homecare24 sendiri merupakan layanan yang bisa kamu gunakan untuk memesan jasa perawat dan caregiver secara online. Mereka menyediakan layanan untuk satu jam, delapan jam, hingga layanan tinggal di rumah penyewa selama satu hari hingga satu bulan (live in). Banyak agensi perawat konvensional yang tidak memperhatikan tingkat pendidikan, pengalaman, serta sertifikasi, sehingga menyebabkan citra perawat dan caregiver menjadi buruk,” jelas Theresia, “sedangkan melalui Homecare24, kami memastikan seluruh perawat yang bergabung minimal merupakan lulusan D3 Keperawatan dan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR).”

Menurut Theresia, saat ini telah ada delapan ratus perawat yang bergabung dengan mereka. Sejak diluncurkan, Homecare24 pun telah memfasilitasi transaksi yang menyentuh angka Rp300 juta meski baru beroperasi di wilayah Jabodetabek. Untuk menjalankan Homecare24, Theresia mempunyai sembilan orang karyawan yang mayoritas bekerja memasarkan layanan mereka. Hingga saat ini, uang untuk mengoperasikan startup rintisannya masih berasal dari kantong para founder (bootstrapping).

Perawat sering diperlakukan sebagai asisten rumah tangga

Menurut Theresia, dalam mengembangkan Homecare24, ia masih menghadapi tantangan dalam hal mencari perawat profesional bersertifikat yang bersedia untuk tinggal di rumah pasien selama satu bulan. Selain itu, pengetahuan pasien tentang jasa perawat atau caregiver pun masih minim. Masih banyak dari pasien yang beranggapan bahwa perawat atau caregiver yang bekerja di rumah mereka bisa diperbantukan untuk menjadi asisten rumah tangga,” tutur Theresia.

Di Indonesia sendiri, telah ada beberapa startup yang menghadirkan layanan serupa seperti Insan Medika dan PopokBanjar. Selain itu menurut Theresia, mereka pun masih harus bersaing dengan para agensi penyalur perawat dan caregiver konvensional.

(Visited 24 times, 1 visits today)