Kenaikan Dolar Rentan, Pasar Nantikan Voting Obamacare Trump

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar AS naik dari low empat bulan terhadap Yen Jepang di sesi perdagangan Kamis (23/Mar) siang ini. Para investor sedang menunggu hasil pemungutan suara di Kongres AS mengenai kelanjutan layanan kesehatan yang dikenal dengan nama Obamacare. Oleh sebab itu, penguatan Greenback tersebut terbilang masih rentan. Pasar fokus terhadap pemungutan suara di Kongres hari ini untuk melihat apakah Trump berhasil membujuk anggota legislatif lain yang tidak setuju dengan rencananya untuk mencabut Obamacare.

trumps

Presiden AS Donald Trump, semenjak kampanyenya pernah berjanji akan membongkar layanan kesehatan untuk rakyat AS kurang mampu–Obamacare–dan menggantinya dengan layanan kesehatan baru versi Trump. Harapannya, alokasi dana untuk layanan kesehatan Obamacare dapat dialihkan ke sektor-sektor lain seperti infrastruktur dan pemotongan pajak. Namun, rencana Trump tersebut mendapat tentangan dari sejumlah pihak konservatif Partai Republik. Alasannya, layanan kesehatan baru yang digagas Trump justru masih terlalu mirip dengan Obamacare. Undang-undangnya pun dianggap sama-sama belum jelas.

“Pemungutan suara terkait Obamacare di parlemen ini adalah sebuah ujian ‘lakmus’ bagi Trump. Jika dia tidak mampu meloloskan UU layanan kesehatan barunya, maka artinya adalah bahaya bagi saham-saham. Hal itu juga meningkatkan risiko pada kebijakan-kebijakan lain seperti tertundanya pemotongan pajak.” kata Masafumi Yamamoto, Kepala Ahli Strategi Forex di Mizuho Secruities. “Oleh karena itulah, pemungutan suara pada hari ini cukup penting bagi pasar mata uang.”

z

USD/JPY diperdagangkan di angka 111.281 saat berita ini ditulis. Pair tersebut sudah sedikit tergelincir dari angka 111.345 yang tercapai sebelumnya. Sementara itu, EUR/USD flat di kisaran 1.07911, menurun 0.1 persen dari kemajuan ke high tujuh minggu. Di sisi lain, GBP/USD juga bergerak ke bawah tepatnya di angka 1.2485 siang ini akibat serangan teror di depan Gedung Parlemen London kemarin sore. Meski demikian, GBP/USD masih berada dalam level tinggi satu bulannya.

(Visited 26 times, 1 visits today)