Ketahuilah Overbought dan Oversold Market

In Tips Trading by Della Fitriani

forex

Dalam dunia investasi baik idex, saham ataupun forex apakah anda pernah mendengar istilah overbought dan Oversold dalam market. Lalu apa sebenarnya pengertian overbought dan oversold itu sendiri. Jawabannya memang sangat sederhana , secara arti bahasa ” over ” adalah sangat, ataupun melebihi. Tetapi dalam dunia dunia investasi “over’ berarti titik jenuh.

 

Apa itu Overbought ?

overbought

Overbought adalah kondisi dimana sudah terlalu banyak trader yang membuka dan menahan posisi open Buy , di lain sisi sudah tidak ada lagi yang membuka posisi baru karena tidak di imbangi open Sell . Sehingga seolah aktivitas perdagangan terhenti, yang tersisa adalah banyaknya posisi yang open buy terbuka.

Pada kondisi seperti ini yang dilakukan oleh sebagian trader adalah  menutup posisi open buy tersebut untuk mendapatkan keuntungan ( profit taking) .Semakin banyak yang menutup posisi , maka market semakin menurun. Sehingga pada kondisi overbought , selanjutnya market balik arah menjadi turun .

Apa itu Oversold ?

oversold

Oversold adalah kebalikan dari overbought yang pada intinya adalah kondisi dimana harga sudah terlalu rendah dan akan segera balik arah menjadi naik.

Melihat peluang trading dengan indikator RSI

Indikator yang populer untuk mengidentifikasi keadaan overbought dan oversold adalah RSI, biasanya dengan periode standard 14.  Aturannya sederhana, ketika RSI telah mencapai level 70 maka dianggap harga telah overbought dan kemungkinan besar akan terjadi koreksi ke arah bawah (downtrend), sementara ketika level RSI mencapai 30 harga dianggap telah oversold dan akan terjadi koreksi ke arah atas (uptrend).

(Visited 22 times, 1 visits today)