Kiat Bertahan Menghadapi Krisis Ala Thomas Rowe Price Jr.

In Kisah Sukses Dari Trading by Reza Pahlevi

Thomas Rowe Price Jr. (1898-1983) adalah founding father dari T. Rowe Price Group, Inc., salah satu perusahaan investasi raksasa Amerika Serikat yang listing di bursa Nasdaq. Dikenal sukses bangkit setelah bertahan menghadapi krisis di era depresi besar AS, apa prinsip trading yang bisa dipelajari darinya? Mulai dari awal mula karir di dunia trading hingga tips bermanfaat tentang cara berinvestasi, inilah kisah teladan Thomas Rowe Price Jr.

Thomas Rowe Price lahir di Linwood, Maryland pada tahun 1898. Seusai menyelesaikan studinya dibidang kimia, ia merasa lebih tertarik pada trading hingga memutuskan untuk bekerja di sebuah perusahaan pialang saham di Baltimore yang bernama Mackubin Goodrich (sekarang bernama Legg Mason). Merasa frustasi dengan cara kerja perusahaan yang menurutnya tidak memahami prospek pertumbuhan saham, Price mundur dan trading sendiri sebelum mendirikan T. Rowe Price Associates pada tahun 1937. Sukses Thomas Rowe Price bukan diperoleh karena mendapatkan fasilitas, melainkan perjuangan susah payah pada masa depresi besar AS. Sebagai seorang trader saham yang ’’trading for living’’, Price harus mampu menghadapi perubahan keadaan waktu itu. Perubahan harus dihadapi dengan perubahan juga, dan ia tidak takut untuk merubah caranya dalam berinvestasi. ’’Change is the investor’s only certainty,’’ katanya, yang bisa juga diartikan sebagai: Perubahan adalah keniscayaan yang harus dihadapi seorang investor.

Masa depresi saat itu membuat harga saham-saham rontok dan jumlah klien-nya nyaris habis. Agar bisa tetap bertahan Price harus melakukan perubahan, dan ia tidak lagi menerapkan cara bagi hasil keuntungan pada klien, melainkan hanya biaya per transaksi yang relatif kecil. ’’Yang paling penting kita bekerja sebaik-baiknya untuk klien, dan mereka tentu akan memperhatikan kita juga. Jika klien tertarik, kita akan memperoleh pekerjaan, dan jika klien profit, perusahaan kita juga akan makin dikenal,’’ imbuhnya. Perubahan tersebut membuat perusahaannya berkembang, hingga pada tahun 1950 Price memperkenalkan produk investasi pertamanya (semacam resksadana), T. Rowe Price Growth Stock Fund. Price menjabat sebagai CEO hingga ia pensiun pada awal tahun 1970-an.

Kini, selain mengelola dana dari institusi keuangan pemerintah dan sejumlah grup perusahaan raksasa dunia, T. Rowe Price Group, Inc. melalui beberapa anak perusahaannya juga menyediakan pelayanan jasa perencanaan investasi, perencanaan masa pensiun (retirement planning) untuk individu, dan management investasi. Dengan berkantor pusat di Maryland, AS, T. Row Prie membuka cabang di berbagai negara diantaranya Australia, Jepang, Inggris, Uni Emirat Arab, Argentina dan Singapore.

Prinsip Price dalam berinvestasi atau trading adalah analisa fundamental, disiplin dan konsisten. Ia diakui piawai dalam memprediksi prospek pertumbuhan sebuah saham. Menurutnya, saham sebuah perusahaan yang bagus adalah jika pendapatan dan deviden-nya tumbuh lebih cepat dari tingkat inflasi. Menurut John Train, penulis buku ’’The Money Masters’’, Price selalu memilih saham-saham perusahaan yang diharapkan bisa menghasilkan return 10% dengan pesaing relatif sedikit. Price sangat paham pada siklus pasar sehingga ia selalu berpikir untuk jangka panjang. Saham bagus yang saat ini tidak diperhatikan bisa jadi akan sangat menguntungkan pada waktu yang akan datang.

Para trader dan investor yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan investasi, menjadi konsultan, komentator di berbagai media investasi dan bisnis, mengembangkan software trading, menulis buku, dan lain sebagainya. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan Thomas Rowe Price Jr. melalui kesuksesan yang didapat dari prinsip berinvestasinya: Analisa fundamental, disiplin, dan persepsi jangka panjang.

(Visited 28 times, 1 visits today)