Kisah Inspiratif Seorang Trader

In Kisah Sukses Dari Trading by Kia Pratiwi

Sebelumnya kisah ini pernah ditulis pada majalah-majalah ekonomi dan disebarluaskan kebentuk koran bisnis. Namun saya tak membahas mengenai siapa dia, asal-usulnya, ataupun pekerjaannya. Yang jelas kita bisa ambil intisari dari kisah perjalannnya dalam trading yang kini telah meneguk kesuksesan tiada tara. Bukan cuma main kecil-kecilan melainkan sudah bertransaksi milyaran dollar. Mau tau kisah inspirasinya?

Kisah ini tidak menceritakan perjalanan hidup, karir, ataupun suka dukanya melainkan tips atau trik yang dipetik dari uraian kisahnya. Anda sudah tahu Paul Rotter. Yap benar sekali dia seorang trader profesional saat ini yang sukses dalam dunia trading. Ia bisa menghasilkan dari modal awal $526.000 menjadi $6.5 juta dalam waktu 3 bulan.
Berikut Kisah Sang Paul Rotter

Bagaimana sih ia bisa sukses seperti itu? Ternyata dia selalu menerapkan pemikiran dasar seperti yang dilakukan oleh trader lain. Bedanya ada dalam mindset fikiran. Kita trading sebetulnya bisa sukses kalau ada orang yang mengajarkan kita menjadi sukses. Setuju? Paul Rotter bisa menghasilkan begitu banyak keuntungan karena ia memiliki partner atau guru, atau tokoh inspiratifnya yang secara tidak langsung memberikan contoh trading.

Waktu Paul Rotter bekerja di salah satu Bank Japan, ia bertemu dengan salah seorang chief trader di bank tersebut yang selalu membuat keuntungan konsisten. Karena trader tersebut bisa membukukan profitnya setiap bulan dan setiap tahunnya, akhirnya Paull Rotter belajar dengannya. Nah, berarti Paull bukan belajar sendiri, ia tetap belajar dari gurunya di Bank Japan tersebut.

Ia juga mengutarakan selalu melihat fundamental, rilis news, rumor yang beredar sebelum “market open”. Jadi market open sekitar pukul 04.00 WIB hari Senin. Berarti ada 2 hari waktu libur, dan ia menggunakannya untuk mengamati, mempelajari jadwal-jadwal penting mengenai news yang beredar. Setelah ia tahu ada hal penting tersebut, mulailah mengumpulkan informasi level-level penting di market. Biasanya akan membentuk trend panjang setelah melewati level harga penting. Level ini identik dengan aturan fibonanci, support resisten, ataupun pivot point. Paull tidak mengatakan secara detail mengenai level ini.

Dalam tradingnya, Paull selalu menerapkan MM. Trader profesional memang menerapkan management. Dikatakan setiap hari ia akan selalu menargetkan loss ataupun profitnya. Jika memang loss atau profit sudah sesuai target maka dia tak akan open posisi lagi.

Yang paling menarik adalah Paul tak segan-segan untuk menutup posisi bila memang transaksinya salah. Prinsipnya seorang trader harus memiliki dasar transaksi, bukan opini. Contoh jika harga melawan transaksi, sedangkan market telah memperlihatkan signal lain dan Anda tetap berpegang teguh tidak menutup posisi maka hal ini identik dengan opini. Jadi semakin kuat opini trader, semakin tidak rela melakukan close posisi. “Itu kuncinya”, tegas Paull.

Ketika posisi memang salah, ia selalu mencari penyebabnya. Bukan langsung menutup saat itu, dicarilah kenapa market melawan transaksi. Bila memang ada bukti-bukti yang mendukung kesalahannya maka transaksi tersebut pasti akan ditutup. Disini kita melihat harga yang melawan belum tentu sebuah kesalahan. Paull selalu mencari penyebab dari perlawanan tersebut hingga akhirnya keputusan untuk keluar posisi dilakukan.

(Visited 101 times, 1 visits today)