Kisah trader paling sukses di indonesia

In Kisah Sukses Dari Trading by Kia Pratiwi

Ini kisah yang kami harapkan menjadi kisah paling menarik sepanjang sejarah perforexan Indonesia. Ini tentang trader yang akan paling sukses di Indonesia. Kami punya harapan trader-trader yang membaca tulisan ini bisa menjadi trading sukses juga di indonesia , Aamiin.

Begini Kronologi Ceritanya

Di suatu negeri  tinggallah beberapa orang trader, ada sekitar 8 orang trader di salah satu rumah penduduk negeri itu. Mereka bukan kakak beradik atau keluarga, tetapi mereka adalah para trader yang sedang “bersembunyi” dari kejaran investor, leasing dan debt collector bank. Mereka datang dari berbagai kota. Berkumpul dalam satu rumah dengan latar belakang masing-masing dan memiliki kesamaan: “Sedang Bersembunyi..” Apa yang telah dilakukannya sehingga harus bersembunyi? Saya tidak mungkin bisa menceritakan satu-persatu karena masing-masing membawa masalahnya sendiri. Mungkin cocoknya di sinetronkan bukan ditulis artikel.  Namun kesamaan mereka adalah: “Mereka orang-orang yang berani mengambil risiko terlalu besar di bisnis forex”

Kalimat yang “membingungkan” bagi saya, jika  saya dengar dari  orang sukses (bukan dari forex), mereka mengatakan: “Hanya orang sukses saja yang berani mengambil risiko besar.” Tetapi apa yang terjadi di sekeliling kita.. yang menimpa mereka para trader forex? Mereka berani mengambil risiko terlalu besar, tetapi apakah mereka menjadi sukses dan sangat sukses? Ini yang saya renungkan… Lanjut kisah: Hari-hari berlalu, mereka stay dan bertahan… bulan berganti bulan.. sampai akhirnya “pudar” membawa kehidupannya masing-masing.

Selama berbulan-bulan itu, rumah itu bagai penjara… yang dibuatnya sendiri. Jika saya datang, saya pun harus ikut-ikutan ‘ngumpet’; datang diam-diam dan kendaraan harus diparkir jauh dari rumah itu. “Ini mengenaskan…!” pikirku. “Seperti sarang teroris….Tapi mereka bukan teroris ya Allah…! Mereka adalah para korban… mereka korban dari keberanian mengambil risiko yang terlalu besar di forex….! Ada juga yang menjadi korban perilaku orang lain… tapi masih bermuara sama: FOREX.  Di dalam rumah tersebut banyak penghuni, tapi seperti kuburan… Terlebih jika ada tamu yang tak dikenal datang, ” cukup ada yang mengintip, tidak kenal.. tinggal masuk kamar..! Jika dikenal, tapi disebutnya sebagai orang yang bermasalah, juga  tinggal masuk kamar.” Masih banyak kisah memilukan lainnya di rumah itu, tapi saya gak tega menceritakan ini kepada Anda. Cukuplah selintas kisah ini.. toh tujuanku menulis dan mengangkat kisah ini adalah karena HIKMAHNYA… yang tak ternilai harganya untuk menjadi renungan kita bersama yang masih menggeluti bisnis forex ini.

Poin Hikmah Yang bisa diambil pelajaran
  • Forex Adalah bisnis beresiko

    Forex itu lahan emas.. forex seperti harta karun.. tentu untuk bisa mengambilnya godaannya berat. Nah, siapa yang sanggup menahan godaan dialah yang selamat..! Dialah yang sukses sesukses-suksesnya.. insya Allah…!Apa godaan trading forex? Jawabannya adalah: mimpi “tidak realistis” yang diikuti keserakahan dalam mencapainya.

  • Di bisnis forex, dahulukan berfikir resiko dibanding reward

    Dahulukan “amang-amang daripada iming-iming”, dahulukan pahitnya daripada manisnya…! Dahulukan pola pikir mengamankan modal daripada mikir keuntungannya.

  • Buatlah planing atas kesuksesan Anda

    Buat tangganya… karena Anda bisa menyisihkan kegagalan, seperti menyisihkan kotoran di tempat yang bersih. Yang dibutuhkan hanyalah alat. Temukan alat-alat itu… dan gunakan untuk menyingkirkan kegagalanmu..! Kalau perlu berguru, bergurulah….! Kalau harus mengeluarkan uang, keluarkanlah…!

Terakhir untuk para sahabat semua, yang pernah tinggal di “Rumah Bermasalah” itu … kuatkan jiwamu… Kehidupanmu membawa pelajaran hikmah berharga buat diri kalian dan soba-sobatmu yang lain…! Semoga di kehidupan sekarang keadaan kalian baik–baik saja… kami masih mendoakan kalian, semoga bisa sukses dan jika masih berkecimpung di dunia forex, kami masih berdo’a semoga kalian menjadi trader paling sukses di Indonesia. aamiin.
(Visited 111 times, 1 visits today)