Kisah Trader Sukses: Tom DeMark, Pencipta Indikator Demarker

In Kisah Sukses Dari Trading by Reza Pahlevi

tom-demarkPara trader yang telah sukses dalam karirnya sebagian besar mendedikasikan pengetahuan dan waktunya guna mengembangkan dunia trading dan investasi seperti mendirikan perusahaan riset dan konsultan investasi. Kita bisa mengambil manfaat positif dari kisah perjalanan karir dan pandangan mereka. Diantaranya adalah Tom DeMark.

Tom DeMark adalah pendiri dan CEO dari Market Studies LCC, kreator dari DeMark Indicator, dan sebagai konsultan khusus untuk Steven A. Cohen dari SAC Capital Advisor. Ia mulai terjun ke dunia investasi ketika bergabung dengan National Investment Service yang berbasis di Milwaukee, Wisconsin sebagai analis fundamental pada awal tahun 1970. Perusahaan pengelola asset profit sharing dan dana pensiun itu ikut andil dalam pasar saham dan reksadana fixed income. Keunggulan National Investment Service adalah pada Market Timing. Perusahaan ini bisa selamat dari crash pasar saham tahun 1973-1974, dan asset yang dikelola berkembang dari 300 juta US dollar menjadi 6 milyar US dollar.

hqdefaultSaat mengenang kembali masa-masa itu, Tom DeMark mengatakan, “Tahun 1974 sangat sulit, Dow Jones Industrial Average melorot tajam dari 1000 menjadi 570 selama krisis politik yang ikut menyeret presiden Nixon. Terjadi penurunan index saham sebesar 50%. Perusahaan ini bisa bertahan dan terhindar dari bencana tersebut karena Market Timing, dan para pemegang saham memberikan kewenangan penuh kepada saya agar berbuat apa saja yang bisa menyelamatkan perusahaan.” Pada tahun 1978, Tom DeMark mendirikan divisi konsultasi investasi di National Investment Service, serta melakukan diversifikasi pada pasar komoditi dan reksadana fixed income. Divisi yang semula mendapatkan subsidi dari perusahaan induknya ini ternyata nilai keuntungan totalnya lebih besar dari keuntungan induknya. Pasalnya, pada saat terjadi crash di pasar saham tahun 1987, salah satu indikator ciptaan DeMark telah mengindikasikan sinyal sell sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Informasi
Hingga kini pun, Tom DeMark acap kali dipanggil untuk tampil di media internasional terkemuka seperti Bloomberg dan CNBC untuk menyampaikan pandangan-pandangannya.

Sebagai pembuat beberapa indikator teknikal, ia percaya 100% pada prinsip-prinsip analisa Market Timing untuk trading dan keperluan risetnya. Market Timing adalah strategi untuk membuat keputusan buy atau sell aset finansial dengan berupaya memprediksi pergerakan harga di masa depan berdasarkan hasil outlook analisa fundamental atau teknikal atas kondisi pasar finansial secara keseluruhan, bukannya per aset. Tak hanya meyakini strategi ini, Tom DeMark juga menciptakan indikator untuk membantu mempermudah penerapannya.

“Dalam jangka panjang, pasar ditentukan oleh faktor fundamental. Indikator-indikator yang saya ciptakan pada dasarnya mengukur psikologi pasar,” demikian penjelasan DeMark tentang indikator ciptaannya. Selain itu, “Analisa market timing sangat bermanfaat. Market timing tidak bergantung pada trend saat itu, tetapi lebih pada pola pergerakan harga dan karakter harga pada waktu tertentu”

DeMark menuliskan ide-ide dan prinsip indikatornya lewat buku karangannya yang berjudul The New Science of Technical Analysis, diterbitkan oleh John Wiley & Sons, Inc. pada tahun 1994. Di samping itu, DeMark juga bekerja sama dengan kreator indikator dan trader terkenal Larry Williams dalam menciptakan indikator. Ia selalu menggunakan 4 indikator buatannya untuk trading dan mengklaim indikatornya bisa digunakan pada semua jenis pasar, baik pasar saham, forex, komoditi atau option.
“Walau demikian, semua indikator yang saya buat adalah obyektif dan sederhana,” kata DeMark.

Jika Anda amati, salah satu indikator buatan DeMark juga ada pada platform trading Metatrader 4 (MT4) dengan nama DeMarker. Anda bisa temukan di platform MT4: view – navigator – indicators – DeMarker. Indikator Demarker ini bisa dipakai oleh trader forex juga.

Apa nasehat Tom DeMark bagi para trader pemula? “Selalu belajar, berani mencoba, dan berusahalah untuk selalu trading dengan obyektif dengan indikator teknikal yang obyektif juga.”
(Visited 183 times, 1 visits today)