Kominfo Akan Berlakukan Sertifikat Digital untuk transaksi Online

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

sertifikat digital

Sertifikasi elektronik milik pelaku usaha lokal ditargetkan bisa terbentuk pada pertengahan 2017 seiring dengan telah keluarnya paket kebijakan ekonomi 14. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengatakan pihaknya sudah memulai untuk melakukan sosialisasi soal tanda tangan digital (digital signature). Khusus untuk sertifikasi elektronik (certificate authority/CA), lanjutnya, pihaknya bisa mengeluarkan untuk masing-masing sektor karena Kominfo merupakaan root CA. Dia mengungkapkan untuk mendorong nilai transaksi ecommerce sebesar US$130 miliar pada 2020 tersebut, maka ada tiga sektor yang krusial yakni jasa keuangan perbankan, energi dan transportasi.

Di jadwalnya ada. Nanti akan dipaparkan di Perpres. Cyber security Juni 2017 . CA harus d isituRudiantara

Kemenkominfo Bertemu Twitter

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) baru saja bertemu dengan pihak Twitter, Senin, 20 Februari 2017. Pertemuan ini sama dengan yang telah dilakukan Kemenkominfo bersama Facebook, untuk meningkatkan sistem layanan memberantas hoax.

Dikatakan pihak Kominfo, Twitter berjanji akan meningkatkan kerja sama dan sistem review yang dipercepat sehingga penanganan penyebaran berita hoax bisa langsung dilakukan. Berita hoax yang dimaksud seperti ujaran kebencian dan status yang membahayakan orang lain.

Twitter berjanji akan mempercepat proses dalam menghapus dan memblokir konten tak pantas. Mereka mengaku selama ini telah memiliki sistem namun kami minta lebih cepat penanganannya, 1×24 jam mereka sudah harus respons. Saat ini ada 35 juta akun Twitter aktif dari Indonesia. Ini harus ditangani seriusSemuel Abrijani Pangerapan Dirjen APTIKA

Pemilik Akun Medsos harus punya sertifikat digital

Dalam kesempatan tersebut, Semmy mengaku kemenkominfo memiliki wacana menerapkan pola yang sama seperti one man one vote pada pengguna akun sosial media. Ini artinya, satu pengguna hanya boleh memiliki satu akun pada satu platform sosial media. Untuk memverifikasi akun tersebut, pemerintah mengandalkan sertifikat digital.

Semmy mengungkap jika saat ini satu pengguna bisa memiliki lebih dari satu akun di media sosial. Bahkan mereka kerap meniru akun milik orang lain untuk menyebarkan hoax.

Kalau semua akun ter-verified, ada sertifikasi digital, semua akan jelas. Kami ingin satu orang hanya punya satu akun, seperti one man one vote. Ini bisa dilakukan kalau ada sertifikasi digitalSemmy.
(Visited 88 times, 1 visits today)