Kontroversi Mark Zuckerberg dan Facebook

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

CEO Facebook Mark Zuckerberg mungkin adalah orang yang paling berkuasa saat ini. Atau bahkan mungkin orang yang paling berkuasa yang pernah ada. Biasanya, presiden Amerika Serikat adalah orang yang dianggap paling berkuasa di muka bumi. Bagaimana tidak, Presiden Obama mengontrol militer terkuat di planet ini dan memiliki pengaruh besar atas ekonomi AS yang bernilai US$18 triliun (sekitar Rp243,81 kuadriliun).

Kekuasaan Mark Zuckerberg
Terlepas dari itu semua, Presiden Obama harus terikat dalam sistem yang mengontrol kekuasaannya: yakni Kongres dan Mahkamah Agung, batas periode kekuasaan (ia akan dipaksa untuk pensiun pada bulan Januari nanti), dan kehendak para pemilih Amerika. Tidak seperti Presiden Obama, Mark Zuckerberg tidak memiliki satu pun keterbatasan-keterbatasan tersebut. Kekuasaannya berasal dari Facebook, perusahaan terbesar ketujuh di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, yang mana ia memiliki 18 persen saham dan mengontrol 60 persen dari hak suara. Dengan usianya yang baru 32 tahun, Zuckerberg bisa tetap menjadi CEO Facebook hingga 50 tahun ke depan. Tapi keuangan hanyalah satu bagian kecil dari apa yang membuat Facebook begitu kuat. Berikut adalah bagaimana Facebook mendominasi atensi manusia:

1) Lebih dari satu miliar orang menggunakan Facebook setiap hari. 1/4 dari semua waktu yang dihabiskan di internet dihabiskan di Facebook.
2) Bagi banyak orang, Facebook adalah internet. Facebook adalah platform pertama yang digunakan kebanyakan orang untuk mengumumkan pernikahan, kelahiran, kematian, dan peristiwa penting lainnya dalam hidup mereka.
3) Facebook seiring waktu menjadi sebuah tempat di mana orang mengkonsumsi bentuk media lainnya.

Langkah-Langkah Facebook Menghadapi Pesaingnya
Melalui program Free Basics (di mana pengguna bisa menggunakan Facebook tanpa menyedot data internet jika menggunakan operator yang telah bekerja sama), Facebook telah benar-benar menjadi internet bagi kaum miskin di dunia. Perusahaan ini juga telah menggunakan monopolinya atas atensi manusia untuk mengontrol “berita apa yang ditampilkan kepada siapa”, mempengaruhi opini publik dari balik layar. Facebook juga jauh lebih tahu tentang humaniora – dan manusia secara individu – dibanding perusahaan lain atau pemerintah mana pun di muka bumi. Sekitar 500 terabyte dari data pribadi kita mengalir ke Facebook setiap harinya. Sejauh ini, Zuckerberg utamanya menggunakan kekuatan ini untuk mengembangkan Facebook. Ia mengakuisisi pesaing paling serius Facebook: Instagram dan WhatsApp. Kini Facebook bersaing dengan YouTube dalam hal video dan Twitter dalam hal komunikasi real-time. Zuckerberg bahkan menciptakan AI dan meluncurkan satelit (meskipun satelit pertamanya meledak di landasan peluncuran).
Tapi seiring gencarnya usaha Facebook untuk menjadi perusahaan terbesar yang pernah ada, rencana Zuckerberg mungkin berubah. Meskipun ia telah berjanji untuk menyumbangkan 99 persen saham Facebook-nya selama hidupnya, ia akan tetap mempertahankan kontrolnya atas dewan perusahaan ini. Dan kekuasaannya bukan berasal dari uang yang ia punya, namun dari akses ke atensi dan data kita. Perannya dalam membentuk kemanusiaan begitu besar hingga ada tim profesor universitas yang mencatat dan menganalisis apa pun yang Zuckerberg katakan, dengan harapan bisa memahami motivasi dan rencana masa depannya. Selama sisa hidupnya, Zuckerberg akan mampu memanfaatkan kekuatan luar biasa Facebook untuk mencapai apapun yang ia kehendaki.

Berikut post terbaru Zuckerberg tentang apa yang ia lakukan untuk menghentikan berita hoax di Facebook, di mana ia mengatakan, “Intinya adalah: kami menangani informasi yang keliru secara serius.”

Dan tepat di sebelah post Zuckerberg tersebut, ada dua iklan berita hoax. Berita hoax mungkin telah memainkan peran besar dalam hasil pemilihan presiden AS dan banyak pemilu yang digelas baru-baru ini. Bahkan headline hoax – sering digunakan untuk mengelabui orang untuk mengklik iklan yang diarahkan ke produk yang tidak terkait – bisa memberikan dampak buruk. Headline adalah satu-satunya bagian dari sebuah berita yang mau dibaca oleh sebagian besar orang. Dengan sendirinya, headline secara substansial bisa memengaruhi opini publik. Dan berita hoax bukan satu-satunya kontroversi utama Facebook beberapa waktu belakangan.

Belum lama ini, orang dalam Facebook memberikan bocoran ke New York Times bahwa perusahaan ini secara aktif mengerjakan sebuah alat sensor canggih. Tujuan jelas Zuckerberg adalah untuk kembali memasuki pasar Cina, di mana Facebook telah diblokir sejak 2009. Lalu apakah ini adalah sebuah penggunaan kekuasaan yang bertanggung jawab dari seorang Zuckerberg untuk memanfaatkan kekayaan dan pasukan engineer perangkat lunak perusahaannya untuk semakin mengekang kebebasan internet di negara ini? Sehingga ia bisa mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar?

Facebook kini sudah ada di smartphone dan komputer, serta terus “mengusik” kita dengan berbagai notifikasi. Contohnya, notifikasi Facebook Messenger muncul setiap kali seseorang mengirim sebuah pesan.

Sesuatu seperti Facebook tidak akan pernah bisa tercipta dalam Facebook. Diperlukan sebuah open web tempat di mana ia dipersiapkan. Meskipun demikian, Facebook secara sadar melakukan upaya – seperti Free Basics – untuk menghancurkan web terbuka. Facebook menghancurkan lingkungan yang pernah menciptakan eksistensinya sendiri. Co-founder Google Sergey Brin mengkritik Facebook, dan mengakui bahwa Google sendiri tidak bisa berhasil di ”walled garden” (sistem yang mengontrol akses pengguna ke konten dan layanan web) yang diciptakan Facebook. “Kamu harus bermain dengan aturan mereka, yang benar-benar ketat. Jenis lingkungan tempat kami mengembangkan Google, alasan kami mampu mengembangkan mesin pencari, adalah web yang begitu terbuka. Ketika kamu mempunyai terlalu banyak aturan, itu akan menahan inovasi.” Dengan mengunci web, Facebook tidak hanya menyedot lebih banyak jam bangun manusia – namun juga menyebar racun. Organisasi atau perusahaan yang muncul untuk menantang dominasi Facebook bahkan tidak akan bisa menemukan tanah subur yang mereka butuhkan untuk menancapkan akar mereka.

Reaksi naluriah banyak orang adalah menghapus akun Facebook mereka dan mengabaikannya. Sayangnya, menghapus akun Facebook tidak akan menyelesaikan masalah. Hal ini hanya akan semakin mengurangi orang yang berpikir secara rasional di Facebook. Suka atau tidak, sebagian besar orang yang perlu mendengarkan opini bijaksanamu ada di Facebook. Mereka adalah keluargamu atau teman sekelasmu dulu, dan mereka tenggelam dalam kesedihan dan informasi yang salah sepanjang hari. Mereka perlu mendengar pendapat dan responmu yang rasional untuk mendebat pendapat mereka yang seringnya tidak rasional. Saya sendiri tidak memiliki rencana untuk menghapus akun Facebook saya. Saya tidak akan mundur ke dalam echo chamber (situasi di mana pembaca hanya mengkonsumsi konten yang mereka suka, sementara informasi, ide, atau kepercayaan yang berbeda disensor atau diabaikan). Saya akan tetap berada di Facebook, dan terus berjuang mendebat informasi yang salah dengan kecerdasan dan akal. Dan saya harap kamu juga akan melakukan hal yang sama.

Ada beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk menjadikan Facebook sebagai tempat yang lebih waras untuk dirimu sendiri:

  • Bagian tren diisi dengan iklan dan informasi yang salah. Kamu bisa memblokirnya – beserta dengan iklan dan banyak hal lain yang tidak kamu sukai di Facebook – dengan menginstal ekstensi Facebook Purity Chrome.
  • Tolak permintaan Facebook yang meminta datamu. Jangan memberi mereka nomor telepon atau akses ke kontak Gmail milikmu. Dan jangan gunakan otentikasi Facebook untuk masuk ke situs web atau aplikasi.
  • Berpikirlah dua kali sebelum membagi informasi pribadi apapun. Tidak apa-apa jika kamu ingin mengunggah fotomu bersama anak-anakmu, tapi saya pribadi tidak akan mengunggah kata-kata kasar atau video live-streaming sebuah pesta cocktail. Memberikan momen-momen riskan seperti itu kepada Facebook hanya akan melukaimu di masa depan.

Yang terakhir, ajari dirimu sendiri tentang cara kerja web, dan mengapa open web itu penting. Baca buku yang sangat bagus tentang Net Neutrality dan pertempuran yang sedang berlangsung demi menyelamatkan internet ini.

(Visited 115 times, 1 visits today)