Korea Utara Ancam Wilayah AS Di Guam, Yen Meroket

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Yen menyentuh level tinggi delapan pekan terhadap Dolar AS dan mata uang-mata uang lainnya di sesi Asia, Rabu (09/Agustus) siang ini. Mata uang Jepang tersebut menanggapi memanasnya gejolak geopolitik di semenanjung Korea.

Korea Utara hari ini menyatakan bahwa mereka berencana melakukan uji serangan misil secara cermat ke wilayah AS di Guam. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Korut beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ancaman apapun yang ditujukan ke AS, akan ditanggapi dengan serius dan berani. Pernyataan Trump tersebut rupanya menyindir Korea Utara.

Akibatnya, Dolar AS pun melemah terhadap Yen. Fenomena ini memang kerap terjadi saat perseteruan geopolitik memanas. USD/JPY menambah penurunan hingga 0.4 persen pagi ini ke angka 109.890. Saat berita ini ditulis, USD/JPY diperdagangkan pada kisaran 109.847, lebih rendah dari level terlemah sejak tanggal 15 Juni di angka 109.740. EUR/JPY juga jatuh cukup dalam, dengan diperdagangkan pada angka 128.988 saat berita ini ditulis. Padahal pada pekan lalu, pair tersebut sempat menyentuh level tinggi satu setengah tahun.

Menurut Mitsuo Imaizumi, Kepala Ahli Forex di Daiwa Securities, pasar menanggapi headline mengenai Korea Utara ini dengan sungguh-sungguh. Sehingga, mata uang pun bereaksi signifikan begitu Korut mengancam wilayah Guam. Akan tetapi, sebagian kecil partisipasi pasar berpikir bahwa Korea Utara sebetulnya perlu memikirkan lagi waktu yang tepat jika ingin menyerang daerah tersebut. Jadi, dampak berita semacam ini, menurut mereka, biasanya akan segera memudar. Partisipan pasar akhirnya lebih memilih untuk fokus pada pemicu gejolak selanjutnya. “USD/JPY sudah menuju ke bawah 110 yen, dan dalam babak ini, kita akan lihat sampai mana dasarnya, terutama setelah pasar menemukan momen yang pas untuk menilai situasi,” kata Kyosuke Suzuki, Direktur Forex di Societe Generale, Tokyo.

Note
“Poin untuk fokus selanjutnya adalah bagaimana Korut melancarkan eksperimen nuklirnya dan bagaimana AS akan merespon hal itu.”
(Visited 39 times, 1 visits today)