Kurs Rupiah Punya Celah Menguat Di Tengah Masalah Korut

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik sehubungan dengan uji coba rudal Korea Utara. Hari Selasa (05/September) ini, kurs Rupiah spot terpantau melemah 1 poin ke kisaran Rp13,340 per dolar AS, dari harga penutupan pada Senin kemarin di angka Rp13,339 per dolar AS.

Menurut analis, kurs Rupiah saat ini sangat terpengaruh oleh sentimen eksternal terutama setelah percobaan rudal bermuatan bom hidrogen yang dilancarkan oleh Korut minggu lalu. Pada dasarnya, Dolar AS pun masih kalah kuat daripada mata uang safe haven seperti Yen. “Adanya percobaan kembali peluncuran rudal balistik Korea Utara membuat permintaan atas aset-aset safe haven masih tinggi,” kata analis Reza Priyambada yang dikutip dari AntaranNews.

Analis forex dari Commerzbank, Lan Nguyen, mengungkapkan keheranannya akan pergerakan Dolar AS versus Yen, yang masih saja di bawah level 110 dalam kurun waktu 48 jam. Padahal menurutnya, pasar tak pernah bereaksi terlalu pada gejolak politik kecuali gejolakj tersebut meningkat statusnya menjadi konflik.

Sementara itu, dari dalam negeri, deflasi Indonesia pada bulan Agustus lalu dilaporkan berada pada level 0.07 persen. Kondisi ini merupakan sentimen positif bagi Rupiah. Oleh karena itu, analis yang dikutip oleh Kontan mengatakan bahwa data tersebut bisa menjadi celah bagi Rupiah untuk menguat. Lagipula, data Ketenagakerjaan AS yang dirilis pada akhir pekan lalu juga terbilang kurang memuaskan, sehingga Dolar AS akan membutuhkan energi lebih untuk penguatan.

Note :
Sejumlah analis cenderung optimistis akan penguatan Rupiah, dimana kemungkinan akan rebound dalam rentang Rp13,320-Rp13,365 per dolar AS. Sedangkan analis lainnya memperkirakan koreksi pada rentang Rp13,330-Rp 13,350 per dolar AS. Sementara itu, dari grafik USD/IDR Bloomberg hari ini, tampak bahwa Rupiah diperdagangkan pada harga Rp13,340 per dolar AS.s needed.
(Visited 30 times, 1 visits today)