Lonjakan Dolar Australia Dihentikan Data Ekonomi China

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dolar Australia kembali menembus ke atas level 0.80 per dolar AS di sesi perdagangan Kamis (14/Sept) pagi tadi, setelah data menunjukkan bahwa Australia menambah banyak lapangan kerja pada bulan Agustus. AUD/USD melonjak 0.30 persen dan diperdagangkan pada posisi 0.8010 setelah laporan tersebut diumumkan.

Biro Statistik ABS melaporkan bahwa ekonomi Australia menambah 54,200 lapangan kerja pada bulan lalu, naik dari 27,900 pada bulan Juli. Angka tersebut juga lebih banyak daripada ekspektasi penambahan lapangan kerja sebanyak 15,000.

Jumlah pekerjaan purna waktu (full-time) bertambah sebanyak 40,100, memantul naik dari revisi penurunan sebanyak 19,900 pada bulan Juli (sebelumnya 20,300). Sedangkan untuk pekerjaan paruh waktu (part-time) ada pertambahan sebanyak 14,100 dibandingkan dengan revisi kenaikan 49,100 di bulan sebelumnya. Tingkat Pengangguran Australia masih stabil di angka 5.6 persen, sedangkan tingkat partisipasi kerja merangkak naik ke angka 65.3 persen dari 65.1 persen pada bulan Juli.

Akan tetapi, menjelang siang ini, AUD/USD tampak tak meneruskan kenaikannya menyusul data Investasi Aset Tetap China yang hanya naik 7.8 persen pada bulan Agustus, di bawah ekspektasi 8.2 persen. Produksi Industri China naik 6.0 persen, sedangkan Penjualan Ritel meningkat 10.1 persen (YoY). China merupakan negara partner perdagangan utama bagi Australia. Oleh sebab itu, data-data ekonominya sedikit banyak memengaruhi nilai tukar Dolar Australia. AUD/USD diperdagangkan pada kisaran 0.8002 setelah laporan dari China.

Note :
Bank Sentral Australia (RBA) masih yakin bahwa penguatan Dolar Australia merupakan penghalang penyesuaian inflasi, tetapi yang lebih mengkhawatirkan adalah dampaknya terhadap pasar ekspor Australia. Kemarin, pejabat RBA, Ian Harper, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Australia masih di bawah potensi seharusnya, sehingga kenaikan suku bunga belum bisa dilakukan.
(Visited 28 times, 1 visits today)