Memilih Pair Dengan Volatilitas Harga Tertinggi

In Tips Trading by Della Fitriani

orang-bimbang

Kita telah mengetahui bersama bahwa pergerakan harga akan memicu munculnya suatu tren. Jika volatilitas semakin besar, maka pergerakan akan semakin dahsyat. Dalam artikel ini, kita akan diajarkan bagaimana menghitung persentase dari pair yang lambat dan yang cepat.

Volatilitas harga dalam forex adalah besarnya fluktuasi harga setiap pair. Volatilitas ini memungkinkan trader untuk mendapatkan keuntungan di pasar forex. Dengan kata lain, semakin besar pergerakan harga, maka semakin besar pula profit yang diperoleh trader. Dengan rumusan itu, trader hendaknya mencari dan menemukan mata uang dengan volatilitas harga yang cukup tinggi. Pada umumnya, trader menggunakan filter untuk menemukan pergerakan cepat suatu market sebelumnya. Biasanya para trader memisahkan antara pergerakan harga yang cepat dengan yang lambat.

Cara Memisahkan Pair yang Volatilitas Tinggi Dan Rendah

Setelah kita menganalisa mana mata uang yang bergerak cepat dan lambat, kita akan memilah berdasarkan pair mana yang akan difokuskan dalam trading.

Bagi Anda yang suka membuka posisi mengikuti tren yang berkembang dalam suatu market, fokuslah pada pergerakan harga yang paling kuat. Dalam gambar di atas, NZD adalah mata uang yang dianggap paling kuat, sedangkan USD dianggap yang paling lemah. Anda sebaiknya melakukan transaksi pada saat posisi NZDUSD berada di dalam tren yang kuat. Kemudian, lakukanlah open posisi buy karena NZD dianggap lebih kuat daripada USD.

INFO :
Jika tidak ingin menggunakan NZDUSD, kita dapat mencari alternatif ke pair kedua pada tabel yaitu AUDUSD. AUD ditunjukkan sebagai mata uang terkuat kedua dalam tabel di atas. Dari analisa seperti inilah, kita dapat melakukan transaksi sesuai dengan keinginan dan tren yang kita minati.
(Visited 347 times, 1 visits today)