Menelusuri pemicu tindak kekerasan di media sosial

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

kekerasan media sosial

Dosen Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (UNR) Denpasar Dewi Bunga MH mengingatkan masyarakat akan maraknya bentuk kejahatan seksual terhadap anak melalui jejaring sosial.

Kami perhatikan kejahatan terhadap anak melalui jejaring sosial antara lain penampilan konten yang mengandung unsur pornografi, perkosaan atau pelecehan seksual lainnya. Korban dikenal melalui jejaring sosial tersebutDewi Bunga MH

Menurut dia, kasus kejahatan “cybersex” secara nasional kasus semakin meningkat. Dari 2.637 kasus kejahatan terhadap anak pada 2012, sekitar 62 persennya merupakan kejahatan seksual melalui jejaring sosial. Sementara Komisi Perlindungan Anak mencatat sepanjang Januari hingga Februari 2013 ada 31 kasus pelecehan seksual melalui jejaring sosial di berbagai kota besar.  Upaya preventif yang bisa dilakukan, lanjut dia, kontrol orang tua terhadap anak dalam menggunakan fasilitas internet

Orang tua bisa menjadi teman pada akun jejaring sosial yang dimiliki anakDewi Bunga MH

Yang terjadi di media sosial adalah representasi dari apa yang terjadi di kehidupan nyata

Sosiolog Universitas Indonesia JF Warouw menyebut, pada dasarnya apa yang terjadi di media sosial adalah representasi dari apa yang terjadi di kehidupan nyata yang kemudian didukung dengan hadirnya teknologi.

Ada unsur imitasi atau peniruan. Setelah apa yang terjadi di dunia yang bergejolak, kemudian diterima sebagai sesuatu yang sensional, orang kemudian meniru dan melakukannya untuk mendapatkan kepuasan tersendiri. Sebetulnya fenomenanya sudah ada hanya dibantu oleh alat elektronik yang canggih Warouw
(Visited 10 times, 1 visits today)