Mengenal Indikator Forex dan Apa itu Fungsinya?

In Panduan Forex Pemula by Kia Pratiwi

Foreign Exchange atau yang lebih dikenal dengan sebutan forex merupakan tren investasi yang cukup banyak berkembang di Indonesia. Pasar forex dapat dikatakan sebagai pasar  uang uang terbesar di dunia karena banyaknya peminat dan melibatkan mata uang asing dari berbagai negara, terutama nilai poundsterling dan dolar. Biasanya bisnis forex banyak dilakukan oleh pemerintah atau bank-bank, atau perusahaan-perusahaan bertaraf internasional dengan melakukan prediksi berdasarkan indikator forex. Namun kini anda juga dapat memanfaatkan bisnis forex sebagai bagian dari investasi.

Melakukan bisnis dengan forex berarti anda melakukan investasi penuh resiko dalam penukaran mata uang asing. Bisnis forex memiliki aktivitas inti yaitu melakukan buy atau sell yang terus dilkukan dengan kosnsisten sehingga memperoleh sebuah profit. Untuk memperoleh profit yang kita inginkan, maka penting untuk menyesuaikan prediksi kita dengan arah market yang sedang berkembang. Semua keputusan untuk menjual atau membeli harus menggunakan analisa forex yang baik dari forex tader. Oleh karena itu diperlukan indikator forex yang tepat sehingga prediksi anda tidak banyak meleset.

Secara umum, indikator merupakan suatu alat yang dapat memberikan informasi kepada trader dengan memetakan mengenai kondisi pasar yang terjadi saat ini serta melakukan prediksi mengenai kondisi pasar selanjutnya sehingga memudahkan trader dalam menentukan open posisi yang pas, baik itu posisi buy atau sell. Secara umum indikator forex memiliki dua fungsi, yaitu dapat memberikan pemetaan informasi kondisi pasar kepada trader sehingga dapat digunakan untuk menentujan strategi yang tepat pada kondisi tersebut serta memberikan signal-signal untuk entry maupun exit yang akan menuntun trader sehingga dapat masuk atau keluar market dengan tepat. Indikator forex memiliki jenis yang beragam, bahkan dapat mencapai ratusan. Masing-masing jenis indikator dalam bisnis forex dapat digunakan untuk melakukan analisa teknikal jika digunakan dengan benar. Namun anda tidak harus memahami dan memanfaatkan semua jenis indikator yang ada. Anda hanya perlu mengetahui macam indikatornya dan memilih  indikator mana yang tepat untuk dijadikan jurus andalan anda dalam menjalani bisnis forex.

Terdapat beberapa penggolongan dalam mengenal jenis-jenis indikator forex. Jika dilihat dari segi zaman, indikator forex memiliki dua golongan, yakni indikator klasik dan moderen. indikator klasik ini cukup sederhana dan sudah lama digunakan bahkan sebelum adanya perkembangan teknologi serupa komputer yang canggih. Nilai yang akan ditampilkan oleh indikator ini diperoleh dari perhitungan menggunakan rumus yang sederhana, sehingga lebih mudah dibaca. Indikator klasik ini meliputi indikator trend line serta moving average. Ada pula indikator modern yang menggunakan bantuan komputer dalam melakukan prediksi. Sebenarnya indikator modern ini merupakan pengembangan dari rimus yang dipakai indikator klasik namun menggunakan perhitungan yang sangat rumit dan akan lebih mudah dilakukan penghitungannya dengan menggunakan bantuan komputer. Indikator modern ini meliputi indikator bolingerband, ADX dan lain-lain.

Penggolongan indikator forex juga dapat dilihat malalui cara merespon trend pasar dari setiap indikator. Yang termasuk dalam golongan ini merupakan leading indikator serta lagging indikator.Dengan leading indikator, maka trader dapat mendeteksi bagaimana awal mula terbentuknya sebuah trend. Indikator ini dapat membantu kita untuk memperoleh harga terbaik dan memiliki potensi besar untuk menghasilkan profit sebanyak mungkin. Namun indikator leading juga sering memberikan signal palsu sehingga sering menyesatkan para trader pula. Leading indikator ini meliputi parabolic Sar dan Stochastic dan lain sebagainya. Ada pula lagging indikator yang akan memberikan beberapa signal saat tren sudah benar-benar terbentuk di pasar. Meskipun akan sedikit terlambat dalam memberikan informasi mengenai trend, namun indikator ini jarang memberikan signal palsu seperti pada leading indikator. Lagging indikator ini meliputi moving average serta MACD.

(Visited 41 times, 1 visits today)