Merubah Cara Trading Yang Merugikan

In Tips Trading by Reza Pahlevi

Pernahkah Anda duduk didepan komputer dengan perasaan yang frustasi atau sedang gusar sehingga Anda dengan tiba-tiba saja melakukan trade meski Anda tahu hal itu sangat bodoh untuk dilakukan? Seringkah Anda melakukan trade meski tahu kemungkinan bisa mengalami loss tetapi tak kuasa untuk tidak melakukannya karena jiwa dan pikiran Anda sedang dikuasai oleh ’’hantu trading’’ (trading demon)?

TradingJika merasa demikian, Anda tidaklah sendiri. Hal demikian bisa saja terjadi pada suatu titik tertentu dalam karir seorang trader. Apa yang Anda harus lakukan adalah mengetahui apa saja penyebab utama Anda melakukan cara trading yang merugikan tersebut. Otak adalah bagian tubuh yang memiliki sistem paling kompleks dan powerful, dan ketika telah dikuasai oleh emosi maka akan sangat sulit untuk dikendalikan. Anda harus bisa mencegah hal-hal yang berpotensi menyebabkan emosi Anda mempengaruhi otak sebelum Anda melakukan cara trading yang sangat merugikan itu.

Dalam ilmu ekonomi ada istilah ’’loss aversion’’ atau kecenderungan untuk menghindari kerugian. Istilah ini merujuk pada trader yang mempunyai kecenderungan untuk dengan sekuat tenaga menghindari loss. Penelitian secara psikologis menunjukkan bahwa kekuatan daya tarik terhadap loss adalah dua kali dibandingkan daya tarik terhadap profit. Lalu apa hubungan loss aversion dengan cara trading yang merugikan?

Loss aversion merupakan alasan utama mengapa ketika memperoleh profit yang lumayan Anda tidak menghargai profit yang telah Anda peroleh tersebut dengan proporsional sehingga menyebabkan Anda kembali masuk pasar dengan cara trading yang asal-asalan (merugikan). Anda yang telah trading dalam account riil tentu pernah mengalami hal ini. Berapa kali Anda bisa menghasilkan profit dengan cara yang mengesankan tetapi kemudian segera diikuti oleh trade yang loss?

Anda akan bisa menggolongkan trade-trade yang loss tersebut sebagai akibat dari cara trading yang asal-asalan setelah sadar bahwa trade yang baru saja Anda lakukan adalah karena rasa serakah setelah sebelumnya Anda bisa menghasilkan profit yang mengesankan. Siklus profit kemudian loss, bahkan loss beruntun ini bisa terjadi selama beberapa tahun sebelum trader benar-benar sadar dan bisa menghargai nilai profit yang telah bisa diperolehnya dengan mengesankan.

Note
Mungkin tidak hanya Anda yang mengalami hal demikian, banyak trader lain juga melakukan cara trading yang asal-asalan hingga berpotensi loss. Anda mesti menghargai profit yang telah berhasil Anda capai dengan tidak tergesa-gesa kembali masuk pasar hanya karena euforia atau rasa serakah untuk memperoleh profit lagi dengan cara yang sama.

Seperti telah diulas pada bagian sebelumnya, loss aversion akan membuat trader dengan sekuat tenaga menghindari loss sehingga kekuatan daya tarik terhadap loss akan jauh lebih besar dibandingkan daya tarik terhadap profit. Hal ini menyebabkan pikiran Anda tidak bisa melupakan begitu saja kerugian dari hasil trade yang baru saja Anda lakukan, dan Anda akan cenderung masuk pasar lagi dengan cara asal-asalan. Jadi cara trading yang merugikan ini tidak hanya terjadi karena rasa euforia setelah profit, namun juga rasa ingin balas dendam (gusar) setelah mengalami kerugian.

Trading lossDalam istilah psikologi, respons pikiran yang dalam keadaan demikian adalah akibat dari emosi ’’fight or flight’’ (melawan atau menghindar) yang secara alami ada pada manusia terutama pada situasi yang sangat menentukan. Setiap situasi dalam trading sangat menentukan, semakin lama Anda terlibat dalam trading semakin Anda akan merasakan bahwa setiap trade sangat berarti. Dalam keadaan euforia atau gusar, Anda akan cenderung tidak mempedulikan faktor resiko dan juga management resiko yang tentunya akan memperbesar peluang Anda untuk loss.

Sebab utama dari cara trading yang asal-asalan dan merugikan adalah karena secara tidak disadari Anda berusaha memanipulasi atau mengendalikan pasar, namun ketika keadaan pasar tampak berlawanan dengan yang Anda harapkan akan terjadi, harapan Anda pada trade tersebut menjadi berlawanan dengan kenyataan bahwa Anda tidak bisa mengendalikan pasar, dan emosi yang akan merusak account trading tersebut segera saja masuk ke otak.

Trading pada dasarnya adalah permainan probabilitas, tujuan Anda adalah menggunakan strategi yang paling efektif guna menghasilkan probabilitas profit yang paling tinggi, dikombinasikan dengan penerapan money management dan risk/reward yang proporsional. Jika metode trading Anda mempunyai persentasi profit (win rate) 45% dalam setahun, artinya Anda harus melihat keseluruhan hasil trading Anda selama setahun guna menghasilkan persentasi profit 45%, dan bukan berarti setiap trade yang Anda lakukan mempunyai persentasi profit 45%. Dalam hal ini banyak trader yang salah interpretasi.

Yang paling penting diketahui adalah bahwa hasil trading Anda ditentukan oleh distribusi acak antara yang profit dan yang loss. Hal ini berarti bahwa Anda tidak akan tahu besarnya persentasi profit pada setiap trade yang Anda lakukan sekalipun Anda tahu persentasi profit Anda secara keseluruhan. Jadi memaksa untuk mengendalikan pasar adalah pekerjaan yang sia-sia dan cenderung merugikan. Yang seharusnya Anda lakukan adalah mengendalikan diri sendiri guna meningkatkan persentasi profit secara keseluruhan.

Alasan lain yang menyebabkan Anda trading dengan asal-asalan adalah karena terlalu memaksakan diri untuk memperoleh profit sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat. Hal ini bisa membuat Anda menerapkan position size yang terlalu besar, atau mungkin Anda akan over trading.

Setelah mengetahui sebab-sebab Anda trading dengan cara yang merugikan, Anda bisa mulai mengurangi error dalam trading tersebut dengan cara:

• Menentukan target yang hendak Anda capai dalam waktu dekat terlebih dahulu sebelum target jangka panjang
• Menggunakan metode dan strategi trading yang efektif
• Selalu menerapkan money management dengan risk/reward yang proporsional
• Membuat rencana trading yang teratur dan selalu mengevaluasi jurnal untuk perbaikan.
Jangan buat diri Anda terlalu terikat pada satu trade baik yang hasilnya loss maupun yang hasilnya profit.

Seperti telah diulas pada bagian sebelumnya, loss aversion akan membuat trader dengan sekuat tenaga menghindari loss sehingga kekuatan daya tarik terhadap loss akan jauh lebih besar dibandingkan daya tarik terhadap profit. Hal ini menyebabkan pikiran Anda tidak bisa melupakan begitu saja kerugian dari hasil trade yang baru saja Anda lakukan, dan Anda akan cenderung masuk pasar lagi dengan cara asal-asalan. Jadi cara trading yang merugikan ini tidak hanya terjadi karena rasa euforia setelah profit, namun juga rasa ingin balas dendam (gusar) setelah mengalami kerugian.

Dalam istilah psikologi, respons pikiran yang dalam keadaan demikian adalah akibat dari emosi ’’fight or flight’’ (melawan atau menghindar) yang secara alami ada pada manusia terutama pada situasi yang sangat menentukan. Setiap situasi dalam trading sangat menentukan, semakin lama Anda terlibat dalam trading semakin Anda akan merasakan bahwa setiap trade sangat berarti. Dalam keadaan euforia atau gusar, Anda akan cenderung tidak mempedulikan faktor resiko dan juga management resiko yang tentunya akan memperbesar peluang Anda untuk loss.

(Visited 55 times, 1 visits today)