NASA Siapkan Misi Uranus dan Neptunus

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

NASA terus menggencarkan misi luar angkasa. Mars menjadi salah satu planet yang diteliti untuk mencari tahu adakah kehidupan di luar Bumi. Terkini, NASA tampaknya menyiapkan penelitian berikutnya pada Uranus dan Neptunus. Dilansir New Scientist, misi ini juga akan mengajarkan manusia tentang kehidupan planet lainnya di tata surya.

Misi yang diutamakan adalah pengorbit dengan probe atmosfer untuk Uranus dan Neptunus. Ini memberikan nilai sains tertingi dan memungkinkan studi mendalam tentang semua aspek sistem planet, cincin, satelit atmosfer, magnetosferAmy Simon, Ketua kelompok Ice Giants Pre-Decadal Study

NASA tengah melakukan penelitian di Jet Propulsion laboratory (JPL)

NASA tengah melakukan penelitian di Jet Propulsion laboratory (JPL) untuk merancang pesawat antariksa Uranus dan Neptunus-nya. Diperkirakan, pesawat tersebut akan siap meluncur pada akhir 2020-an, atau paling lambat pada awal 2030-an.

Salah satu kendala utama proses pembuatan pesawat antarikasa anyar ini adalah besarnya dana penelitian dan pengembangan, yang diprediksi bisa mencapai angka US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun. Dibanding misi-misi NASA sebelumnya seperti Discovery atau New Frontier, misi ekspedisi Uranus dan Neptunus ini justru memakan biaya yang lebih besar.

Yang menjadi persoalan besar bagi kami agar dapat menjalankan misi ke Neptunus dan Uranus ini adalah besarnya biaya yang harus dikeluarkanJim Green, kepala divisi Planetary Science NASA pada sebuah gelaran yang dihadiri oleh lembaga-lembaga sains NASA

Wacana menerbangkan pesawat antariksa ke Neptunus dan Uranus sudah mulai terdengar sejak 26 tahun silam

Wacana menerbangkan pesawat antariksa ke Neptunus dan Uranus  sudah mulai terdengar sejak 26 tahun silam. Namun, berbagai masalah menyebabkan misi tersebut tidak dapat terealisasi hingga sekarang. Selain isu biaya, misi ke dua planet es tersebut juga terhalang karena kekurangan persediaan plutonium untuk dijadikan bahan bakar pesawat antariksa yang tersedia dulu kala. Plutonium dibutuhkan dalam misi tersebut karena dapat mempercepat proses penerbangan pesawat antariksa. Penerbangan ke Neptunus dan Uranus kemungkinan besar akan bergantung pada pemakaian baterai nuklir yang ditenagai oleh plutonium. Tenaga nuklir diperlukan untuk mengeksplorasi area di luar jangkauan tata surya, mengingat sinar matahari sulit menjangkau daerah-daerah tersebut sehingga panel tenaga matahari tidak dapat digunakan.

(Visited 21 times, 1 visits today)