NFP Juni Melejit, Trend Upah AS Dibawah Ekspektasi

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Data Non Farm Payroll AS kembali melanjutkan trend positif selama bulan Juni berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja, Jumat (7/7) kemarin di awal sesi New York. Menandakan pertumbuhan pekerjaan terus meningkat yang dapat menjaga momentum ekspektasi kenaikan suku bunga Fed akhir tahun. Ekonomi Amerika Serikat berhasil menambah 222,000 pekerjaan baru selama periode Juni, melewati ekspektasi ekonom untuk kenaikan 175,000 dan lebih baik dibandingkan NFP periode Mei yang direvisi naik 138,000 menjadi 152,000

Sementara itu tingkat pengangguran naik 0.1 persen dari 4.3 persen – level terendah 16 tahun — menjadi 4.4 persen karena adanya lonjakan pencari pekerja baru yang sebagian besar berasal dari usia muda, menjadi tanda peningkatan kepercayaan dalam pasar tenaga kerja AS kuartal kedua 2017.

Durasi jam rata rata per pekan selama bulan Mei naik menjadi 34.5 jam dari 34.4 jam, menandakan gairah pada pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam dimana berpotensi akan mendorong Bank Sentral Fed untuk mulai mengurangi portofolio obligasi dan sekuritas berbasis hipotek senilai 4.2 Triliun Dollar pada pertemuan FOMC bulan September mendatang.

Apiknya data NFP bulan Juni yang dipublikasikan malam ini, tidak diikuti oleh trend upah pekerja per jam AS yang tumbuh dibawah ekspektasi. Average Hourly Earnings bulan Juni naik 0.2 persen, berada sedikit dibawah ekspektasi 0.3 persen dan periode bulan Mei harus direvisi turun dari kenaikan 0.2 persen menjadi 0.1 persen.

Kondisi pasar tenaga kerja AS yang dianggap oleh sebagian besar ekonom telah “Full Employment” sebenarnya masih menyisahkan persoalan baru. Pasalnya banyak pengusaha mengaku kesulitan mencari tenaga kerja berkualitas yang berimbas pada banyak sektor, sebut saja di bidang Properti dimana trend pembangunan rumah AS terus “merah” dalam beberapa bulan terakhir yang disebabkan oleh kurangnya tenaga terampil.

Informasi
Pasca rilis data NFP yang positif tersebut, Greenback terpantau bergerak menguat versus major currency seperti Euro, Sterling dan Yen. Indeks Dollar (DXY) yang mengukur kekuatan terhadap enam mata uang utama naik 0.26 persen menjadi 96.05 pada pukul 20:16 WIB.
(Visited 13 times, 1 visits today)