Nielsen: Transaksi di Hari Belanja Online Nasional 2016 Mencapai Rp3,3 Triliun

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Pada tanggal 19 Desember 2016 ini, panitia Hari Belanja Online Nasional 2016 bersama Nielsen akhirnya mengumumkan perkiraan nilai penjualan yang berhasil dikumpulkan para e-commerce selama pesta belanja online tersebut. Selama tiga hari pelaksanaan, transaksi yang difasilitasi oleh 211 e-commerce peserta Harbolnas tahun ini diperkirakan mencapai Rp3,3 triliun, naik dari perkiraan penjualan di Harbolnas tahun lalu yang hanya mencapai Rp2,1 triliun.

Peningkatan Transaksi HarBolnas Tahun ini

Sebagai informasi, angka tersebut bukan angka pasti yang diberikan oleh para e-commerce, melainkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga riset Nielsen pada tanggal 15 Desember 2016 terhadap lima ratus orang responden. Nielsen pun memperkirakan bahwa jumlah transaksi yang terjadi pada Harbolnas tahun ini naik 3,9 kali lipat bila dibandingkan dengan hari-hari biasa. Peningkatan jumlah transaksi ini diamini oleh Bukalapak, yang mengklaim kalau mereka berhasil memfasilitasi transaksi senilai Rp350 miliar selama Harbolnas 2016.

Menurut Nielsen, mayoritas pembeli di Harbolnas tahun ini merupakan pria berusia 25 hingga 34 tahun, yang kebanyakan berbelanja pada pukul 9:00 hingga 15:00, serta pada pukul 18:00 hingga 21:00. Uniknya, Nielsen juga menemukan peningkatan jumlah pembeli yang berasal dari luar Pulau Jawa dalam Harbolnas tahun ini, yaitu sekitar 21 persen.

“Sekitar 90 persen responden kami memutuskan untuk berbelanja karena tergiur diskon besar yang diberikan. Selain itu, sebanyak 41 persen dari mereka pun tertarik karena promo gratis ongkos kirim yang diberikan beberapa e-commerce,” tutur Rusdy Sumantri, Direktur dari Nielsen Indonesia. Dalam survei terpisah, platform cashback asal Singapura ShopBack menyatakan kalau mayoritas pembeli di Harbolnas tahun ini melakukan transaksi dengan transfer bank (33,9 persen) serta kartu kredit (33,9 persen).

Terkait barang yang terjual selama periode Harbolnas, ShopBack menyatakan kalau produk fesyen, gadget, serta barang elektronik rumah tangga merupakan tiga jenis barang yang paling banyak diminati. Hal ini senada dengan temuan Nielsen yang menyebutkan bahwa 68 persen dari responden mereka berminat terhadap produk fesyen, dan ada 44 persen responden yang mengaku ingin membeli produk gadget selama periode Harbolnas. Google pun turut melengkapi survei yang dilakukan oleh Nielsen dan ShopBack tersebut. Perusahaan mesin pencari terbesar di dunia itu menyatakan kalau produk kecantikan, gadget, pakaian, serta perlengkapan bayi merupakan beberapa jenis barang yang paling sering dicari saat Harbolnas berlangsung.

 

Catatan Untuk E-Commerce Indonesia

Perkiraan total transaksi sebesar Rp3,3 triliun tersebut tentu sangat kecil apabila kita membandingkannya dengan Alibaba yang berhasil meraih US$17.7 miliar (sekitar Rp237 triliun) saat Single’s Day di Cina, serta penjualan para e-commerce Amerika Serikat saat Black Friday yang diperkirakan mencapai US$3 miliar (sekitar Rp40 triliun).

Namun patut diingat kalau bisnis e-commerce di tanah air memang masih sangat muda, dan tentu butuh waktu untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain seperti Cina, Amerika Serikat, hingga India. Dengan kehadiran Roadmap E-Commerce  yang baru diluncurkan oleh pemerintah, semoga kita bisa lebih cepat mengejar negara-negara tersebut.

(Visited 39 times, 1 visits today)