Nilai Tukar Rupiah Tergelincir, Menguatnya Dolar AS

In Berita Fundamental Ekonomi by Kia Pratiwi

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS terbilang melemah hingga Selasa (15/Agustus) sore ini, namun masih berada dalam zona aman. Rupiah tidak jatuh terlalu dalam walaupun Dolar AS sudah kembali mendapatkan energi untuk menjatuhkan Yen Jepang.

Menurut Data Bloomberg


Menurut chart USD/IDR Bloomberg, Rupiah diperdagangkan di harga Rp13,357 per dolar AS pada pukul 08:10 WIB, lebih tinggi daripada sesi sebelumnya. Sedangkan, menurut data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, Rupiah pagi tadi dibuka stagnan ke level Rp13.344/USD. Ini berarti bahwa rupiah tidak berubah dari posisi sebelumnya. Di awal sesi Asia pagi tadi, Dolar AS mendapatkan kekuatan dari meredanya gejolak antara Korea Utara dengan Amerika Serikat. Keputusan Kim Jong Un untuk membatalkan serangan rudal ke wilayah teritori AS di Guam, membuat para investor yakin untuk melepas safe haven mereka dan kembali ke Dolar AS.  Hingga sesi perdagangan sore ini, USD masih tampak melanjutkan kenaikannya terhadap Yen dengan diperdagangkan pada level 110.368, meninggalkan level terendah 108.72.

Data Ekspor Impor Indonesia Juli 2017: Defisit


Kendati pasar sudah kembali ke sentimen minat risiko, Rupiah tak banyak mendapat penguatan meski tak juga merosot dalam. Data Ekspor Impor Indonesia yang dirilis siang ini oleh BPS, kembali menunjukkan pelebaran defisit. Indonesia menderita defisit sebesar USD271 juta pada bulan Juli, akibat impor yang melonjak hingga 39 persen tanpa penyeimbangan dari ekspor.  Nilai impor pada bulan Juli tinggi sekali, USD13.89 miliar. Kalau dibandingkan dengan Juni, kenaikan sangat signifikan, 39%,” kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya hari ini. Tercatat bahwa penyumbang tertinggi lonjakan impor adalah sektor non migas, khususnya mesin dan peralatan mekanik yang mencapai 618.1 juta dolar AS (47.44 persen). Meski demikian, Kecuk berharap peningkatan impor ini dapat memberikan dampak positif bagi sektor industri. Dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun diharap dapat meningkat karenanya.

(Visited 56 times, 1 visits today)