Pemahaman Management Resiko Dalam Trading

In Management Resiko Trading by Reza Pahlevi

Artikel ini disarikan dari tulisan trader Ed Seykota mengenai dasar-dasar teori management resiko dalam trading. Seykota yang juga mentor trading itu menulis artikel ini guna menjawab berbagai hal yang sering ditanyakan (frequently asked questions) mengenai penerapan management resiko dalam trading. Tulisan ini tidak mengulas rinci seluruh penjelasan Ed Seykota yang cenderung teoritis, tetapi lebih ke pemahaman management resiko dalam trading secara singkat dan umum.

Resiko adalah kemungkinan untuk bisa merugi. Artinya, bila kita membeli sebuah saham dengan harga tertentu dan ada kemungkinan harga saham tersebut akan turun, maka kita telah berhadapan dengan resiko. Saham itu sendiri bukanlah resiko, tetapi kemungkinan untuk menderita kerugian akibat membeli saham tersebut adalah sebuah resiko. Selama kita memiliki saham, atau mempunyai posisi trading tertentu, mau tidak mau kita akan berhadapan dengan resiko.

Satu-satunya cara untuk mengendalikan resiko adalah dengan membeli atau menjual saham, membuka atau menutup posisi trading. Selama kita memiliki saham atau mempunyai posisi trading dengan tujuan memperoleh keuntungan, resiko adalah sesuatu yang mutlak harus kita hadapi dan tidak bisa dihindari. Cara yang paling tepat yang bisa kita lakukan adalah dengan me-manage resiko tersebut.

Me-manage berarti mengenali dan mengendalikan. Management resiko adalah proses mengenali dan mengendalikan kemungkinan untuk merugi. Seorang fund manager akan mengukur resiko dan menaikkan atau menurunkan besarnya resiko dengan membeli atau menjual saham, membuka atau menutup posisi trading.

Hasil lemparan koin akan membantu dalam memahami konsep management resiko. Probabilitas dari sebuah kejadian adalah hal yang mungkin terjadi akibat kejadian tersebut, yang ditunjukkan oleh perbandingan antara jumlah kejadian yang sebenarnya dengan jumlah kejadian yang mungkin. Jika sebuah koin terdiri atas dua sisi, masing-masing A dan B (Atas dan Bawah), dan koin tersebut dilempar 100 kali, maka perkiraan secara umum 50 kali akan jatuh pada bagian A dan 50 kali pada bagian B. Probabilitas bagian A dan bagian B sama besar, yaitu 50%.. Perlu diketahui bahwa probabilitas selalu berada pada angka 0.0 atau 0% yang artinya tidak mungkin, hingga angka 1.0 atau 100% yang berarti pasti terjadi.

Misalnya kita bertaruh dengan aturan sebagai berikut:

1. Modal taruhan $1,000.00
2. Kita bertaruh koin bagian A akan selalu muncul setiap kali dilempar.
3. Jika yang muncul koin bagian B maka kita kalah dan harus membayar $5.00.
4. Jika benar dan bagian A yang muncul maka kita akan memperoleh dua kalinya atau $10.00.

Dalam hal ini probabilitas profit kita adalah 50% setiap kali kita melempar koin, profit yang akan kita peroleh adalah dua kali dari yang mesti kita bayar jika kalah, atau 2:1, dan resiko kita adalah jumlah total modal taruhan atau $1,000.00.

Dalam jangka panjang, atau setelah sekian kali lemparan, maka kemungkinan untuk menghasilkan profit cukup besar mengingat probabilitas profit 50% dengan perbandingan perolehan 2:1. Dalam trading, koin bagian A dan B adalah benar dan salah, atau profit dan loss, sedang perbandingan perolehan adalah risk/reward ratio.
Dengan perbandingan perolehan yang semakin tinggi (misal 3:1), maka profit yang kita hasilkan akan semakin besar juga selama probabilitas-nya sama (50%). Jadi dengan memperbesar risk/reward ratio, maka profit yang kita peroleh dalam jangka panjang akan lebih besar.

(Visited 27 times, 1 visits today)