Pemerintah Turki larang Uber Beroperasi, didenda 16 juta jika Melanggar

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

uber

Pemerintah Turki telah mengeluarkan larangan untuk Uber di Turki karena dianggap menawarkan layanan taksi ilegal dan bukannya layanan ridesharing. MacReports berhasil mendapatkan salinan dari perintah itu dan mengonfirmasikan keaslian surat perintah tersebut.

Selain itu, para pengendara dan penumpang Uber di Turki akan mendapatkan hukuman berat. Untuk menghentikan layanan Uber, Polisi Turki berhak untuk memberikan denda yang sangat besar. Untuk sopir Uber, dia bisa dikenakan denda TRY2.500 (Rp9,5 juta) saat pertama kali tertangkap dan denda TRY4.220 (Rp16,1 juta) saat tertangkap kedua kalinya. Sementara untuk penumpang, akan dikenakan denda sebesar TRY281 (Rp1 juta). Tidak hanya itu, mobil yang digunakan oleh sopir Uber akan disita dan dihancurkan.

Warga Turki juga kena Denda

Tidak hanya supir, Polisi juga akan mengenakan denda senilai TRY281 atau sekitar Rp1 juta untuk warga Turki yang berani menggunakan jasa layanan Uber.

Uber mengklaim telah mematuhi semua regulasi dan peraturan untuk mobil komersil. Namun, pengendara taksi Turki terus memprotes keberadaan Uber karena mengurangi pemasukannya.

“Kami sedang berkolaborasi dengan pihak berwajib Turki dan kami telah mendapatkan izin. Uber itu legal dan kami akan mendukung pengemudi dan pelanggan kami,” ucapnya.

Asosiasi Taksi Turki beranggapan Uber tidak memiliki izin beroperasi dan platnya bukan untuk kendaraan komersial.

(Visited 27 times, 1 visits today)