Pemilihan Presiden AS sedang berlangsung, Apa dampaknya terhadap US Dolar?

In Berita Fundamental Ekonomi by Kia Pratiwi

Politik dan ekonomi sangat erat keterkaitannya. Dampak dari periode sebelum dan sesudah event politik adalah signifikan, terutama disaat hadiahnya adalah Kantor Oval, seperti dalam Pemilu Pemilihan Presiden AS pada bulan November tahun ini. Sementara Hillary Clinton dan Bernie Sanders bersaing untuk nominasi kepemimpinan dari kubu Partai Demokrat, Donald Trump adalah calon presiden dari Partai Republik. Kompetisi menuju kepemimpinan Demokrat dan Pemilu Presiden akan berdampak pada sentimen pasar mata uang, dan begitu juga dengan hasil akhir pemilu.

Gejolak US Dollar
Dollar AS telah mengalami beberapa moment percampuran antara menguat dan melemah tahun ini. Dimana telah menguat secara keseluruhan terhadap mata uang seperti poundsterling, sebagian besar karena ketidakpastian seputar Referendum suara Inggris pada keanggotaan Uni Eropa. Ini telah menjadi hal yang berbeda, namun untuk dolar AS terhadap mata uang safe-haven lainnya seperti yen Jepang dan franc Swiss, dolar AS telah melemah terhadap keduanya secara keseluruhan sejauh ini di tahun 2016. Memuncak pada sekitar 1,02328 menjelang akhir Januari tahun ini, USD / CHF turun menjadi sekitar 0,94733 pada awal Mei, dimana itu berarti Dollar AS melemah hampir 7,5% dalam waktu kurang dari lima bulan.

Kelemahan relatif dolar AS sepanjang tahun ini dapat dikaitkan terutama disebabkan karena faktor ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) menguraikan keprihatinan dari risiko tumbuhnya ‘penggelinciran ekonomi’ global, faktor-faktor seperti perlambatan ekonomi di China dan harga minyak rendah turut mempengaruhi. Risiko-risiko ini menyebabkan tekanan pada dolar AS. Jika anda ingin menyimak pergerakan nilai Dollar AS, silahkan memantau nilai kurs Dollar AS update. Meskipun ketidakpastian sebelum pemilu presiden AS dapat menyebabkan tingkat volatilitas di pasar mata uang menjadi meningkat, tapi Pemilihan Presiden AS masih akan terjadi beberapa waktu lagi. Meskipun ketidakpastian seputar Referendum Uni Eropa di Inggris, perkiraan sejak bulan Mei menunjukkan bahwa dolar AS akan melemah terhadap sterling, misalnya dari 0,6944 dalam waktu satu bulan, dan menuju ke point 0,6757 dalam setahun.

Trump Effect

Diharapkan siapapun yang menang Pemilu Presiden AS baik dari kubu Republik ataupun Demokrat, hasilnya akan mempengaruhi pasar dolar AS secara signifikan. Meskipun Federal Reserve AS bertanggung jawab atas kebijakan moneter, keputusan yang dibuat oleh Presiden baru akan mempengaruhi stabilitas politik dan ekonomi. Dampak dari Hillary Clinton atau Sanders yang akan memenangkan mahkota kepala negara akan lebih sedikit pada iklim kebijakan politik daripada jika Donald Trump yang memenangkan tiket memimpin Gedung Putih, mengingat bahwa Presiden incumbent adalah dari kubu Demokrat. Kemenangan Partai Republik mungkin berarti perubahan yang lebih dalam hal kebijakan. Headline menunjukkan bahwa jika Trump yang memenangkan pemilihan presiden, dan masyarakat baru akan melihat perubahan nyata dalam politik Amerika. Kewenangan untuk ini mencakup kebijakan luar negeri, yang berpotensi melindungi Amerika dari mitra dagangnya, dan memiliki efek pada ekspor Amerika.

Kemenangan Trump bisa memicu menguatnya Dollar , karena Trump terus saja berbicara perang bahkan tidak segan untuk mengibarkan bendera perang, Dengan begitu jumlah pemesanan senjata kepada Amerika akan meningkat secera otomastis Dollar akan Menguat.

 

(Visited 121 times, 1 visits today)