Peneliti Temukan Benua Baru di Samudera Pasifik

In Berita Terhangat dan Terkini by Reza Pahlevi

Sebuah benua berukuran dua pertiga benua Australia ditemukan di sebelah barat daya Samudera Pasifik. Para ilmuwan, dalam jurnal Geological Society of America, menyebutkan sebanyak 94 persen dari massa tanah 4,5 juta kilometer persegi berada di bawah air.

benua

Mereka menyebutkan hanya sedikit permukaan di antara Selandia Baru dan New Caldeonia menyodok ke atas permukaan. “Ini agak membuat kami sedikit putus asa dengan lautan yang berada di sana,” kata Nick Mortimer, seorang ahli geologi di GNS Science di Dunedin, Selandia Baru, seperti dilansir Reuters, Sabtu18 Februari 2017. Mortimer menambahkan, “Jika kami bisa menarik steker pada lautan, itu akan jelas bagi semua orang yang bahwa kita memiliki rantai gunung dan benua tinggi yang berdiri besar di atas kerak samudera.”

geologi1Mortimer adalah penulis utama dari makalah berjudul “Zealandia: Earth’s Hidden Continent”. Ia mengatakan penemuan baru membuktikan apa yang telah lama dicurigai. “Sejak 1920-an, dari waktu ke waktu dalam makalah geologi orang menggunakan kata ‘continental’ untuk menggambarkan berbagai bagian dari Selandia Baru dan Kepulauan Catham dan New Caledionia,” kata Mortimer. “Perbedaannya sekarang adalah bahwa kita sudah mengumpulkan informasi yang cukup untuk mengubah ‘continental’ pada kata benda, ‘continent’.” Mortimer mengatakan ahli geologi di awal abad sebelumnya telah menemukan granit dari pulau-pulau sub-Antartika yang berdekatan dengan Selandia Baru dan batu metaphormic di New Caledonia yang menunjukkan geologi benua. Jika penemuan baru ini diterima oleh masyarakat ilmiah, kartografer harus menambahkan benua kedelapan peta dan atlas di masa depan.

Kata Nick Mortimer
Mortimer mengatakan makalah telah ditulis berdasarkan pengamatan empiris dan deskriptif. “Tes lakmus benar-benar jadi, jika ‘Zealandia’ muncul di peta dan atlas dalam waktu lima atau 10 tahun,” kata dia. Zealandia, kata dia, diyakini telah memisahkan diri dari Australia sekitar 80 juta tahun yang lalu dan tenggelam di bawah laut yang dikenal sebagai Gondwanaland.
(Visited 48 times, 1 visits today)