Peneliti UGM Bikin Software Pendeteksi Kebakaran Lahan Gambut

In Berita Terhangat dan Terkini by Reza Pahlevi

lahangambutsawit131446120023-preview780x390
Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Azwar Maas memperkenalkan software yang bisa memprediksi munculnya kebakaran di lahan gambut. Software tersebut diberi nama “Early Warning System for Peatland Fire” atau Sistem Peringatan Dini Kebakaran Lahan Gambut. teknologi tersebut dapat mendeteksi kondisi lahan gambut di suatu daerah tertentu berdasarkan keadaan biofisik yang dapat diamati, seperti posisi lahan gambut serta lama waktu tidak adanya hujan.

Ujar Prof. Azwar Maas (UGM)

“Program ini dapat dipakai di mana saja dan oleh siapa saja. Saya harap program ini bisa membantu mengidentifikasi kondisi lahan gambut dan cara-cara penanganan dini sebelum terjadi kebakaran lahan,” ujar Azwar.  Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi hampir setiap tahun di tanah air telah berdampak pada, tidak saja masyarakat yang berada di Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Dampak Dari Kerugian Akibat Kebakaran Hutan

akibat-kerugian-hutan

Data dari Bank Dunia yang dikeluarkan pada awal tahun 2016 menunjukkan kerugian ekonomi Indonesia akibat bencana asap tahun 2015 mencapai Rp 221 triliun. Sementara itu, sekitar 47 juta orang di Pulau Kalimantan dan Sumatera terpapar asap, serta setidaknya 19 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Luas lahan rawa gambut di Indonesia diperkirakan 20,6 juta hektar atau sekitar 10,8 persen dari luas daratan Indonesia. Dari luasan tersebut sekitar 7,2 juta hektar atau 35 persen terdapat di Pulau Sumatera.

Lahan rawa gambut merupakan bagian dari sumber daya alam yang mempunyai fungsi di antaranya untuk pelestarian sumber daya air, peredam banjir, pencegah intrusi air laut, pendukung berbagai keanekaragaman hayati dan pengendali iklim melalui kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon.
(Visited 50 times, 1 visits today)