Pengaruh Kebijakan Fiskal Terhadap Mata Uang

In Panduan Forex Pemula by Della Fitriani

Kebijakan fiskal ditentukan oleh pemerintah, untuk menetapkan jumlah uang yang didapatkan dari pendapatan negara dan juga anggaran yang akan dibelanjakan dengan tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan lapangan kerja dan inflasi.

Jika melihat secara teori, kebijakan fiskal dikeluarkan untuk mempengaruhi aktivitas ekonomi. Berbeda dengan kebijakan moneter, yang lebih fokus pada tingkat suku bunga dan jumlah uang yang beredar. Karena pemerintah mencoba mempengaruhi ekonomi secara langsung, kebijakan fiskal sangat berpengaruh cukup signifikan terhadap indikator-indikator ekonomi.

Kemiringan kurva permintaan agregat bergerak menurun karena tiga alasan sebagai berikut:

ingkat harga yang lebih rendah menaikkan nilai riil uang yang dipegang oleh rumah tangga, sedangkan kesejahteraan yang lebih tinggi ini mendorong belanja konsumen.

Tingkat harga yang lebih rendah menurunkan suku bunga karena orang berusaha untuk meminjamkan kelebihan uang yang mereka pegang, sedangkan suku bunga yang lebih rendah mendorong pengeluaran untuk investasi.

Apabila tingkat harga yang lebih rendah menurunkan tingkat suku bunga, investor memindahkan sebagian dari dana mereka ke luar negeri dan menyebabkan mata uang domestik mengalami depresiasi relatif dengan mata uang asing. Depresiasi ini membuat barang-barang didalam negeri menjadi lebih murah dibandingkan dengan barang-barang luar negeri dan akibatnya mendorong belanja ekspor neto.

INFO :
Dalam teori Keynes mengasumsikan bahwa hasil output nasional atau PDB sangat ditentukan oleh keinginan rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya. Karena semakin banyak pelaku ekonomi yang berbelanja maka semakin banyak barang dan jasa yang dikeluarkan perusahaan.
(Visited 50 times, 1 visits today)