Pengertian Tingkat Inflasi Tahunan

In Panduan Forex Pemula by Reza Pahlevi

Tingkat inflasi kembali menjadi perhatian pasar minggu ini sehubungan dengan akan dirilisnya data CPI Inggris, Selandia Baru, kawasan Euro dan Canada. Inggris tak begitu risau dengan inflasi setelah CPI total tahunannya (y/y) naik 1.9% dan CPI inti y/y naik 2.0% sesuai dengan target bank sentral (BoE). Data CPI ini kemarin sempat menyebabkan GBP/USD menguat lebih dari 100 pip. Minggu ini bank sentral Inggris dan Selandia Baru sedang fokus dengan data inflasi menyusul kenaikan suku bunga yang sedang direncanakan, sebaliknya bank sentral kawasan Euro (ECB) sedang merencanakan program stimulus sehubungan tingkat inflasi tahunan kawasan yang rendah. Apa sebenarnya tingkat inflasi tahunan itu dan apa dampak perubahannya?

Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa yang kita beli. Tingkat inflasi tahunan mengukur perubahan harga (lebih tinggi atau lebih rendah) dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan perubahan biaya hidup kita. Jika semisal tingkat inflasi bulan Januari 3%, artinya harga-harga barang dan jasa yang kita beli lebih mahal 3% dibandingkan dengan bulan Januari tahun sebelumnya. Dengan kata lain untuk membeli barang dan jasa yang sama kita mesti mengeluarkan biaya lebih 3%. Kita membandingkan tingkat harga pada bulan yang sama ditahun sebelumnya untuk memperoleh gambaran apakah kenaikan harga tersebut lebih tinggi atau lebih rendah. Jika tingkat harga naik dari 2% pada bulan Desember ke 3% pada bulan Januari artinya tingkat kenaikannya lebih cepat, atau laju inflasinya tinggi. Jika tingkat harga turun dari 2% pada bulan Desember ke 1% pada bulan Januari artinya harga barang dan jasa tetap lebih mahal tetapi tidak setinggi jika tingkat kenaikannya 3%.

Bagaimana dengan tingkat inflasi yang negatif? Jika tingkat inflasi tahunan negatif, misalnya -1%, ini artinya harga-harga barang dan jasa yang kita beli lebih murah 1% dibandingkan bulan yang sama setahun lalu. Tingkat inflasi yang terus turun hingga ke angka negatif memang akan membuat biaya hidup lebih ringan, tetapi jika ini berlangsung terus menerus kita akan segera merasakan dampak negatifnya akibat menurunnya aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Penurunan tingkat inflasi yang terus menerus dinamakan deflasi. Jika ini terjadi maka tingkat pengangguran akan meningkat akibat produksi sektor industri yang turun tajam sebagai dampak keuntungan yang merosot, juga retailer dan wholesaler yang menutup usahanya.

Sebaliknya jika tingkat inflasi tahunan terus menerus tinggi, maka akibatnya akan mengurangi pendapatan riil bagi kelompok yang berpenghasilan tetap, mengurangi efisiensi produksi (terjadi perubahan alokasi produksi) akibat permintaan terhadap barang tertentu naik tajam. Dalam kasus tingkat inflasi yang sangat tinggi (hiper inflasi) maka nilai mata uang akan turun tajam dan transaksi akan mengarah ke barter, yang biasanya diikuti dengan turunnya produksi barang. Hiper inflasi terakhir kali terjadi di negara Zimbabwe.

Target inflasi bank sentral
Untuk menghindari hiper inflasi dan deflasi, maka perubahan tingkat inflasi tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Bank sentral negara-negara mata uang utama menentukan target tertentu yang harus dicapai. Tingkat inflasi tahunan yang dinilai wajar oleh bank-bank sentral saat ini adalah 2%.
(Visited 28 times, 1 visits today)