Penguatan Nilai Tukar Rupiah Awet Meski Dolar Mulai Pulih

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS rupanya cukup langgeng sejak minggu lalu. Meski Dolar AS dibuka menguat terhadap Yen Jepang di awal pekan ini, Senin (11/September), kurs Rupiah tak lantas tumbang. Di pasar spot, Rupiah menguat sebanyak 0.30 persen dengan diperdagangkan ke level Rp13,146 per Dolar AS. Level itu merupakan yang terkuat bagi Rupiah sejak bulan November 2016.

Dalam transaksi antarbank di Jakarta, kurs Rupiah meningkat 49 poin ke angka Rp13,135 searah dengan penguatan kurs tengan BI di kisaran Rp13,154 per dolar AS. Dibandingkan dengan akhir pekan lalu, nilai tukar Rupiah hari ini lebih tinggi 0.98 persen. Menurut Reza Priyambada, analis Bina Artha Sekuritas yang diwawancarai oleh Antaranews, perkasanya kurs Rupiah hari ini lebih dikarenakan oleh faktor dalam negeri. Membaiknya defisit anggaran membuat pelaku pasar uang optmistis terhadap ekonomi nasional Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, melaporkan bahwa defisit anggaran Indonesia hingga Agustus 2017, mencapai 1.65 persen atau Rp224.3 triliun lebih rendah dari periode sama 2016 yang mencapai 2.09 persen.

Sedangkan penerimaan pajak hingga akhir Agustus 2017 mencapai Rp780.037 triliun atau setara 53 persen dari total target penerimaan dalam APBN-P 2017. Ini lebih tinggi dari capaian pada periode sama tahun lalu, yang tercatat Rp711.447 triliun atau 46 persen dari total APBN Perubahan 2016. Keterangan inilah yang menjadi salah satu kontributor bagi positifnya nilai tukar Rupiah. Cadangan devisa Indonesia pada bulan Agustus 2017 juga dilaporkan mengalami peningkatan sebanyak 1 miliar Dolar.

Note :
Untuk faktor eksternal, analis mengatakan bahwa kebijakan kenaikan suku bunga AS masih mengalami sejumlah kendala, sehingga penguatan Dolar AS pagi ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Dalam grafik USD/IDR Bloomberg di bawah ini, Rupiah diperdagangkan pada harga Rp13,165 per dolar AS.
(Visited 20 times, 1 visits today)