Penting! Ini Korelasi Emas Dan Minyak Mentah

In Panduan Forex Pemula by Della Fitriani

Perkembangan harga komoditi dan index saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan mata uang dalam trading Forex. Sebut saja beberapa komoditi seperti minyak mentah, emas, gas alam membuat pengaruh yang kuat terhadap naik turunnya mata uang USD dan mata uang lain. Begitu juga dengan pegaruh pergerakan saham di Amerika yang tergabung dengan Dow Jones Index. Jika pergerakan saham secara umum disuatu negara mengalami penurunan maka nilai mata uang dinegara tersebut akan terkoreksi turun.

Crude Oil

Minyak mentah atau yang juga dikenal sebagai Crude Oil merupakan komoditas dan kebutuhan utama dunia saat ini. Bahkan Indonesia juga mengalami krisis minyak pada saat ini. Jika Anda ingin mengetahui kebutuhan minyak dunia saat ini, maka Anda dapat membuka link sbb :
http://belajarforex.com/running-pig/7.-forex-dan-pasar-komoditi-2.html

Komposisi Minyak Mentah(crude oil) :
Karbondioksida(CO2)           :  83-87%
Hidrogen(H2)                       :     10-14%
Nitrogen(N2)                        :     0.1-2%
Oksigen(O2)                          :     0.1-1.5%
Belerang(Sf)                          :     0.5-6%
Logam lain                            :      <1000 ppm

Emas

Emas digunakan sebagai satuan standard berdasar sistem Bretton Woods. Simbol Emas berdasar standar ISO adalah XAU. Ukuran kemurnian emas dikenal dengan karat. Yang paling murni adalah 24 karat. Harga emas yang tinggi pada saat ini karena jumlahnya memang sangat terbatas. Pertama kali pemerintah Amerika mematok harga emas menjadi $20,67 per troy ons($664,56/kg), pada tahun 1934 naik menjadi $35 per troy ons atau setar dengan $1125,27 per kg. Pada tahun 1961 Amerika dan Eropa membuat manipulasi harga di pasar hingga harga emas melambung tinggi pada saat ini. Saat ini harga emas adalah $892,4 per onz.

Korelasi Emas Dan Minyak Mentah

Pada korelasi antara emas dan minyak, mereka memiliki hubungan berbanding lurus. Jika harga minyak melonjak, hal ini menyebabkan produksi emas akan menurun dikarenakan biaya produksi semakin mahal. Penambangan emas sangatlah bergantung pada minyak untuk operasionalnya. Ketika produksi menurun, secara otomatis, supply emas ke pasar pun ikut menurun. Di saat itulah ketika supply menurun namun demand masih tinggi, harga emas akan melonjak.

Ada situasi lain yang menunjukkan korelasi antara emas dan minyak mentah dunia. Ketika harga minyak melonjak naik, kinerja perusahaan akan menurun. Produksi mereka pun menurun dan bisa jadi tidak mencapai target. Hal ini menyebabkan banyak para investor dari perusahaan tersebut yang melepas kepemilikan sahamnya. Hal ini menyebabkan harga saham perusahaan itu pun melorot. Para investor pun mencari laternatif lain untuk mengembangkan financial mereka, salah satunya emas. Permintaan yang tinggi terhadap emas di saat para investor melepas kepemilikan sahamnya menyebabkan harga emas merangkak naik.

(Visited 32 times, 1 visits today)