Pernyataan RBA Mengecewakan, Dolar Australia Terperosok

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Dalam rapat kebijakan moneternya yang digelar hari ini (3/Oktober), bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memutuskan untuk tak merubah suku bunganya. Official Cash Rate (OCR) tetap berada pada 1.5%, sesuai ekspektasi pasar. Dalam kesempatan yang sama, RBA juga mensinyalkan akan tetap mempertahankan level suku bunga rendah hingga waktu yang belum ditentukan, serta memperingatkan akan bahaya apresiasi Dolar Australia.

Pernyataan RBA menyebutkan, “Tingkat bunga rendah terus mendukung perekonomian Australia. Dengan memperhitungkan semua informasi yang tersedia, Dewan menilai bahwa mempertahankan posisi kebijakan moneter tak berubah dalam pertemuan ini akan konsisten dengan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pencapaian target inflasi dari waktu ke waktu.”

Sedangkan mengenai nilai tukar Dolar Australia saat ini, RBA menyatakan, “Dolar Australia telah terapresiasi sejak pertengahan tahun, sebagian karena merefleksikan Dolar AS yang lebih lemah. Nilai tukar yang lebih tinggi diekspektasikan akan terus berkontribusi pada rendahnya tekanan harga (inflasi) dalam ekonomi (Australia). Ini juga membebani outlook output (industri) dan ketenagakerjaan. Nilai tukar mata uang yang terapresiasi, diekspektasikan akan mengakibatkan aktivitas ekonomi dan inflasi melambat dibanding forecast saat ini.”

Nada dovish sekaligus “jawboning” yang diekspresikan oleh pernyataan RBA tersebut menjorokkan Dolar Australia. Saat berita ini ditulis, pasangan mata uang AUD/USD merosot ke kisaran 0.7800 dari 0.7832. Pasangan EUR/AUD naik ke 1.5007 dari 1.4971, sementara AUD/JPY cenderung stabil di sekitar 88.25 setelah merebaknya keraguan kalau PM Shinzo Abe akan mampu memenangkan Pemilu Jepang tanggal 22 Oktober mendatang.

(Visited 40 times, 1 visits today)