Bagaimana Pesona Dimas Kanjeng Bisa Pengaruhi Marwah Daud Lulusan S3 Amerika?

In Berita Terhangat dan Terkini by Nadya Shevilin

marwah daud
Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang biasa disebut satri-santrinya dengan Yang Mulia Dimas Kanjeng (Mas Kanjeng), adalah seorang dukun yang katanya bisa menggandakan uang. Selama ini, ia menipu korbannya dengan cara menawarkan penggandaan uang dengan berkedok santunan anak yatim yang dilakukan Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi Probolinggo. Bagi masyarakat yang ingin uangnya digandakan, harus membayar mahar untuk menyantuni anak yatim yang dikelola Padepokan. Sudah sangat banyak korban yang terkena tipu dayanya. Kerugian korbannya beragam , ada yang habis puluhan hingga ratusan juta rupiah. Ada pula yang mati setress karena harta ludes tapi uang pencairan mahar gak cair-cair. Modus ini sudah berjalan hampir 7tahun. Korbanya sudah ratusan orang, tapi karena minimnya alat bukti seperti bukti setoran, membuat Mas Kanjeng selalu lolos dari Jeratan polisi.

Prof Marwah Daud Ibrahim PhD adalah lulusan S3 terbaik dari American University, Washington DC, Amerika Serikat, lulusan Terbaik Lemhannas KSA-V, mantan Staff KBRI Washington DC, anggota DPR RI dari Partai Golkar selama tiga periode, asisten peneliti UNESCO dan Bank Dunia dan dia juga menjabat sebagai ketua presidium ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia). Anehnya orang yang secara intelektual cerdas ini juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng. Dimas Kanjeng sendiri adalah seorang dukun pengganda uang yang ditangkap kepolisian karena dianggap sebagai dalang dari 2 kasus pembunuhan muridnya sendiri.

Baru kali ini ada Profesor lulusan terbaik dari Amerika, politisi terkenal sekaligus ketua cendekiawan Islam se-Indonesia yang berguru pada dukun yang gak bisa baca Al Quran dan tulisan Arab. Lebih gila lagi karena politikus terkenal Golkar ini juga mensomasi Presiden RI, Menko Polhukam, Kapolri dan Kompolnas untuk membela sang dukun tersebut. Segitunyakah pesona Dimas Kanjeng?

Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim, melayangkan surat protes ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Mereka mengajukan protes yang seolah-olah pimpinan padepokannya adalah teroris.”Kami datang sampaikan surat dari kuasa hukum kami Isa Yulianto, surat yang sama kami layangkan ke Presiden RI, Menko Polhukam, Kapolri dan Kompolnas. Case tentang yayasan pimpinan kami yaitu kami sebut yang mulia Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ditangkap begitu dramatis seperti teroris,” kata Marwah di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Marwah Daud Ibrahim juga mempertanyakan tudingan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Probolinggo yang menganggap ajaran kiainya Taat Pribadi (46) adalah aliran sesat. Marwah menambahkan pihaknya sudah mengundang MUI Probolinggo untuk memantau kegiatan di padepokannya. “Kami sudah mengajak orang MUI untuk melihat kegiatan kami dari subuh sampai subuh lagi, apa yang sesat,” katanya. Marwah mengatakan, penangkapan Dimas Kanjeng yang seperti teroris itu telah mencoreng citra yayasan mereka serta para santri.

Sangat aneh memang seorang intelektual bergelar PhD lulusan S3 Amerika dan sekarang menjabat sebagai ketua presidium ICMI, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia mempercayai seorang dukun dan sangat membela mati-matian, ada apakah dibalik semua ini? Mari kita tunggu berita selanjutnya..

Warning !!
Masih mau menggandakan uang?? Bisa kok bisa.. Gandakan uang Anda disini www.khtinusantara.com melalui trading bersama kami Team Support Hot Forex Jakarta. Info lebih lanjut silahkan hubungi layanan support kami 081220002676
 
 
(Visited 439 times, 1 visits today)