Rupiah Terus Menguat Di Era Jokowi

In Berita Fundamental Forex by Della Fitriani

Nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi cukup tinggi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Faktor eksternal dan internal menjadi salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) semringah dengan penguatan rupiah tersebut. Menurutnya, apa yang terjadi dengan rupiah tersebut merupakan respons positif dari investor terhadap ekonomi dalam negeri.

Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tengah ramai menjadi perhatian lantaran sempat menyentuh posisi tertinggi dalam dua tahun terakhir di Rp 13.800.Sempat menyentuh Rp 14.710, penguatan dolar AS sempat mereda di 20 Oktober 2015 yakni di 13.645. Dolar AS kembali menyentuh level Rp 14.000an lagi pada 14 Desember 2015 yakni di 14.077.

Sejak saat itu dolar AS bergerak pada rentang yang tak terlalu jauh dari Rp 13.300-13.400. Pada 20 Oktober 2017, dolar AS parkir di 13.500 sebelum akhirnya mereda di 25 Januari 2018 yang tercatat di Rp 13.288. 

Penyebab Kelemahan Di Tahun 2018
1) Ketidakpastian pasar global akibat rencana Bank Sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga.
2) Menurunnya kinerja ekspor 11 Februari 2018, Dolar AS menyentuh RP.13.659 dan pada 5 maret 2018 dolar AS sampai di RP.13.700

“Deputi Gubernur Senior BI (Bank Indonesia )
Sebenarnya trading di lever RP.13.200 sampai RP.13.300 ya itu level yang cocok ya.
tapi kalau udah RP.13.600 sampai RP.13.700 menurut kami sudah overshoot.

(Visited 43 times, 1 visits today)