Sejarah Trading Forex Di Indonesia

In Panduan Forex Pemula by Reza Pahlevi

Sepintas, trading forex di Indonesia baru mulai marak sekitar tahun 2000an. Namun, cikal bakal sesungguhnya sudah ada sejak bertahun-tahun sebelumnya. Trader forex barangkali sudah kerap mendengar sejarah forex dunia, tetapi tahukah Anda mengenai sejarah trading forex di Indonesia? Dalam artikel ini, Seputarforex akan mengupas semuanya.

Aset investasi keuangan yang pertama kali masuk ke Indonesia adalah saham. Pada sekitar tahun 1990an, masyarakat Indonesia umumnya belum mendengar mengenai perdagangan pasar berjangka (futures), tetapi investasi saham sudah dipahami oleh cukup banyak orang, khususnya kalangan menengah-keatas.

Seiring dengan makin dikenalnya investasi saham, masyarakat pun mulai mengetahui adanya investasi berjangka. Titik tolak dalam sejarah trading forex di Indonesia ini ditandai dengan didirikannya Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) secara resmi pada tanggal 19 Agustus 1999 di Jakarta, tepatnya di Gedung AEKI. Izin operasi diperoleh BBJ tanggal 21 November 2000, kemudian transaksi pertama dilakukan sejak tanggal 15 Desember 2000.

BBJ merupakan gabungan dari 29 perusahaan, yang mana 19 diantaranya bergerak di bidang komoditas dan 10 sisanya dari kalangan pasar modal, commission house dan umum. Setelah berdirinya BBJ, transaksi jual beli komoditi seperti CPO (minyak sawit), Olein (minyak goreng sawit), kopi, dan lain-lain, dapat dilakukan secara berjangka. Transaksi komoditi berjangka ini berada di bawah pemantauan dan manajemen Bappebti, sesuai dengan UU No.32 Tahun 1997. Namun, transaksi BBJ kala itu belum se-modern masa kini. Transaksi BBJ masih menggunakan sistem Open Outcry, dimana Bid dan Offer dilakukan secara langsung di bursa. Berbeda dengan saat ini, sistem Outcry sudah bisa dilakukan secara tidak langsung melalui sistem perdagangan elektronik (electronic trading) yang disetujui bursa.

Setelah perdagangan komoditas berjangka masuk ke Indonesia, giliran indeks saham diperkenalkan. Tepatnya Hangseng, Nikkei, dan Kospi. Namun, negara-negara terkait tak mengizinkan Indonesia untuk men-trading-kan produk mereka, sehingga indeks-indeks saham tersebut hanya bisa ditransaksikan dalam sistem bilateral (bagian dari Sistem Perdagangan Alternatif/SPA).

Nah, masuknya trading indeks Hangseng, Nikkei, dan Kospi inilah yang mengawali masuknya trading forex di Indonesia secara institusional. Aset pertama dari golongan Forex yang diboyong masuk ke Indonesia adalah Dex (Dollar Yen), dengan asumsi pergerakannya tak se-volatile aset lainnya. Pada saat itu, di kalangan masyarakat sudah ada yang mengetahui trading forex, tetapi tidak melalui pialang dalam negeri. Masuknya Dex pun disambut hangat. Bahkan, masyarakat Indonesia nampaknya lebih menyukai trading forex daripada komoditi.

Seiring dengan kian meningkatnya minat masyarakat, perusahaan-perusahaan yang bergerak sebagai pialang perdagangan berjangka pun bermunculan. Salah satu diantaranya adalah PT Megah Tama Berjangka, yang kini telah bertransformasi menjadi PT Global Kapital Investama Berjangka (GKInvest). Dalam perkembangan selanjutnya, pemerintah merilis UU No.10 Tahun 2011 Tentang Perdagangan Komoditi sebagai amandemen dari UU No.32 Tahun 1997. Dalam Undang-Undang tersebut, dipaparkan valas dan indeks sebagai bagian dari komoditas yang diperdagangkan di pasar berjangka. Disebutkan juga bahwa transaksi diawasi pemerintah melalui Bappeti yang berada di bawah naungan Kementrian Perdagangan. Undang-Undang ini memperkuat dasar hukum perdagangan berjangka, meliputi trading forex, indeks, dan komoditi.

Pada akhirnya, meskipun awal mula sejarah trading forex di Indonesia kalah start dari negara lain, tetapi para broker dapat mulai meningkatkan daya saingnya. Sebagai contoh, Broker GKInvest bukan hanya menghadirkan trading forex online dengan platform populer MT4, melainkan juga beragam fitur canggih seperti VPS hosting untuk membantu para trader pengguna robot (expert advisor), juga analisa harian dari Trading Central dan MT4 Booster untuk para trader yang serius ingin menekuni forex.

(Visited 20 times, 1 visits today)