Sektor Ekuitas Menurun, Harga Emas Mencoba Bangkit Lagi

In Berita Fundamental Emas by Reza Pahlevi

Harga emas di sesi Asia pada hari Rabu (21/06) terpantau merangkak naik setelah pada sesi sebelumnya turun menyentuh level rendah lima pekan. Naikknya harga logam kuning ini terjadi sejalan dengan penurunan sektor ekuitas. Bursa saham Asia menurun karena harga minyak yang masih berada di level rendah seiring dengan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global. Di samping itu, sektor ekuitas Hong Kong terpantau merosot setelah MSCI Inc. menambahkan saham domestik China ke dalam indeksnya.

Selama sesi perdagangan hari Selasa malam kemarin, harga logam mulia emas masih terpantau lemah sejalan dengan rendahnya permintaan emas karena penguatan kurs Dolar. Tingginya Dolar cenderung menyebabkan harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang asing lain. Ekspektasi kondisi ekonomi AS yang membaik dan prospek tingkat suku bunga the Fed juga masih membayangi pergerakan harga emas pekan ini.

Presiden The Fed Boston, Eric Rosengren, mengatakan, tren suku bunga rendah di AS dan di negara-negara lain berpotensi menimbulkan risiko pada stabilitas keuangan. Sementara itu, salah anggota FOMC, Presiden The Fed Chicago, Charles Evans, mengungkapkan bahwa dirinya tengah mengkhawatirkan rendahnya tingkat inflasi AS yang terjadi saat ini. Evans menuturkan, ia ingin menunggu beberapa data ekonomi penting lain untuk menilai apakah tingkat inflasi yang rendah tersebut bersifat sementara.

Outlook inflasi dan stabilitas kondisi finansial di masa depan, kini menjadi perhatian utama Federal Reserve untuk menentukan seberapa cepat bank sentral ini melakukan pengetatan kebijakan moneter-nya lagi.”Karena The Fed, harga emas dalam jangka pendek kemungkinan masih akan berada di bawah 1,260 Dolar AS, meskipun ada ketidakpastian Brexit dan politik AS,” kata Lukman Otunaga, analis pasar di broker FXTM.

Pada hari Kamis dan Jumat mendatang, pasar akan memberikan perhatian mereka pada rilis data Initial Jobless Claims dan data penjualan rumah baru. “Kurangnya rilis data ekonomi penting dalam pekan ini, bisa jadi membuat kurs Dolar AS tetap berada di level tinggi dan berpotensi mendaki lagi. Hal ini tentu saja akan menurunkan harga emas”, ujar analis teknikal di Forex.com, Fawad Razaqzada. Akan tetapi, menurut Razaqzada, adanya pelemahan dalam bursa saham global kemungkinan dapat mendorong minat investor terhadap aset safe haven, termasuk emas, meningkat lagi.

Informasi
Saat berita ini diturunkan, harga emas spot XAU/USD meningkat 0.29 persen, berada di level harga 1,246 Dolar AS. Harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus pada Comex New York Mercantile Exchange diperdagangkan naik 0.30 persen menjadi ke kisaran level harga 1,247 Dolar AS per troy ons. Harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk naik tipis ke kisaran harga Rp 586,000 dan harga buy back di level Rp 530,000.
(Visited 19 times, 1 visits today)