Serangan Phising Melalui E-mail Telah Merajalela, Begini Cara Mengatasinya

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

Selain menyusupi program dengan malware jahat, peretas juga kerap melakukan phising untuk melakukan kegiatan jahatnya di internet. Phising adalah upaya penipuan untuk mengelabui korban dengan situs palsu. Berdasarkan data dari sebuah riset, diketahui bahwa serangan phising telah merajalela dengan pertumbuhan serangan sebanyak 400% pada kuartal terakhir. Riset itu dilakukan terhadap 44.000 e-mail pengguna bisnis yang ditemukannya serangan tersebut. Mimecast E-mail Security Risk Assessment (ESRA) kemudian mengukur efektivitas sistem keamanan e-mail yang digunakan menemukan bahwa serangan tersebut masih berlanjut.

Trend Micro: 91% Serangan "Malware" Melalui "Email Phising"

Trend Micro, perusahaan yang bergerak dalam solusi keamanan membeberkan sebanyak 91% serangan malware (perangkat perusak) melalui email phising. Dengan email phising yang sudah ditargetkan, para penjahat cyber mencuri data-data penting sebuah perusahaan atau lembaga tertentu dan diperjualbelikan. Data-data tersebut, seperti email, data pribadi di media sosial, online gaming, serta informasi akun online banking milik nasabah. Sasaran atau target serangan pun bermacam-macam, tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga merambat perusahaan-perusahaan kecil berskala UKM (usaha kecil menengah). Fenomena ini juga terjadi di Indonesia.

Di tengah merajalelanya serangan cyber di dunia digital masa kini, lembaga-lembaga bisnis dan pemerintahan dituntut untuk mulai menyadari pentingnya membekali diri dalam rangka menghadapi setiap ancaman dan tantangan terkait kemanan IT serta sigap membangun strategi kemananMyla Pilao, Director Trendlabs Research Trend Micro

5 Langkah Mengatasi Serangan Phising

Phishing selalu menggunakan beragam cara untuk menjebak dan memperdaya korban, peluang untuk lolos dari tipuan ini adalah bagaimana Anda mampu berpikir dengan logis dan cerdas saat browsing secara online dan memeriksa email Anda.

Bruce Burrell, salah satu peneliti ESET menyarankan pengguna untuk tidak mengklik pada link download file atau membuka attachment dalam email (atau media sosial), meskipun dari sumber terpercaya.

Untuk memutuskan mengklik link di email, Anda harus benar-benar yakin bahwa email tersebut otentik. Jika Anda ragu, cobalah membuka jendela browser baru dan ketik URL ke address bar.

Berhati-hati terhadap email yang meminta informasi rahasia, terutama jika berkaitan dengan informasi pribadi atau informasi perbankan. Organisasi, instansi maupun bank tidak akan pernah meminta informasi penting melalui email.

(Visited 129 times, 1 visits today)