Sigit Purnomo: Sang Ninjaa Trader Forex Sukses Anti “Lebay”

In Kisah Sukses Dari Trading by Kia Pratiwi

Sudah banyak sekali trader forex sukses mancanegara yang sering diulas oleh Seputar Forex, baik trader fundamental maupun teknikal, trader pria maupun trader wanita. Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan trader dalam negeri sendiri? Adakah trader forex Indonesia yang bisa dijadikan inspirasi kita dalam bertrading? Jawabannya tentu saja ada. Sigit Purnomo, seorang trader forex dan guru honorer asal Cilacap Jawa Tengah yang sudah malang melintang di dunia forex sejak tahun 2007, adalah salah satu figur trader forex Indonesia yang patut diperhitungkan. Sigit, yang mempunyai nama pena Ninjaa Trader, sudah menerbitkan empat judul buku: Menjadi Trader Sakti (Seri 1, 2, 3) dan The Psychologian Trader (2016) melalui self-publishing. Dalam buku-buku tersebut, Ninjaa Trader menuliskan berbagai strategi dan psikologi trading forex berdasarkan pengalaman pribadi dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.  Tak hanya itu, Sigit Purnomo juga dikenal aktif dalam komunitas-komunitas trader dan menulis blog trader sakti, karena menurutnya, trader forex harus saling berbagi dan bertukar pengalaman.

Tak kenal, maka tak sayang. Mari simak wawancara singkat via telepon dengan Sigit Purnomo berikut ini :
1) Jangan Jadikan Trading Sebagai Pekerjaan Utama

Q: Sejak kapan mulai bertrading forex dan mengapa tertarik pada trading forex?
A: Saya mulai trading sejak tahun 2007. Saat itu, hingga sekarang juga, saya bekerja sebagai guru honorer non-PNS dan ingin menambah penghasilan. Setelah mengetahui adanya “dunia” sedahsyat forex ini, saya pun memutuskan untuk terjun dan mencari penghasilan tambahan dari sana. Saya tekankan di sini, trading forex adalah pekerjaan sampingan saya selain sebagai guru. Saya kurang menyarankan seseorang menjadikan trading sebagai mata pencaharian utama karena risikonya sangat besar.

Q: Benarkah bahwa modal trading forex harus besar?
A: Tentu tidak. Memang idealnya sih modal trading forex yang besar, kalau punya, mengingat risiko finansial dalam bertrading forex ini tidak main-main besarnya. Namun saya kira yang lebih penting daripada banyak sedikitnya modal adalah kemampuan finansial trader itu sendiri.

Modal yang digunakan untuk bertrading hendaknya uang sisa. Artinya, dana yang masih ada jika kebutuhan-kebutuhan pokok keluarga sudah terpenuhi. Jangan sampai bertrading menggunakan modal dari berhutang, apalagi modal dari utang bank. Sangat tidak disarankan.

Q: Apakah mempunyai ketentuan untuk bertrading di sesi tertentu?
A: Tidak. Saya bertrading berdasarkan sinyal, jika saat itu ada sinyal dan saya memang sedang ada waktu saya akan masuk dan open posisi. Saya kira sesi Asia, Eropa, ataupun Amerika itu sangat relatif bagi setiap trader, kapan saja waktu yang mereka punya. Trader pemula mungkin memang perlu memahami dulu bagaimana kondisi pasar di tiap sesi tersebut, tapi kalau sudah paham lebih mudah trading berdasarkan sinyal saja. Menurut saya membosankan juga kalau harus seharian nungguin trading. Hehehe..

Q: Analisa atau teknik trading apa yang menjadi acuan Anda dalam bertrading?
A: Teknikal. Biasanya saya pakai indikator trendline, MA, MACD.

Q: Antara trading jangka panjang atau jangka pendek, mana yang lebih mudah?
A: Tergantung style trader masing-masing. Tetapi kalau saya sendiri cenderung day-trader atau trader harian. Tapi saya juga mengatur trading saya untuk penarikan (withdrawal) harian, penarikan mingguan, dan penarikan bulanan. Jaga-jaga, kalau satu Margin Call (MC), setidaknya masih ada yang lainnya.

2) Kuncinya Adalah Penentuan Support Resisten

Q: Siapakah trader idola atau trader yang menjadi kiblat Anda dalam bertrading?
A: Tidak ada. Trader-trader yang luar negeri juga kebanyakan trader saham, bukan trader forex. Jadi saya tidak merasa perlu memiliki idola, lagipula saya malas kecewa, dalam arti, saat saya sudah terlanjur menganggap bagus, nyontek-nyontek gayanya, tidak tahunya scam. Yah, cari-cari referensi umum sajalah, sama sharing dengan teman-teman di komunitas. Berkumpul dengan sesama trader menurut saya juga penting untuk bertukar pikiran.

Q: Sistem trading seperti apa yang menurut Anda cenderung dipakai oleh para master trading?
A: Sistem yang paling tidak rumit. Tak jarang teman-teman trader saya yang sudah master hanya memakai MA saja, MACD saja, atau RSI saja. Sesimpel mungkin. Kuncinya saya kira ada pada penentuan support dan resisten, dan inilah yang perlu dipahami oleh para trader pemula sebelum kemudian mengaplikasikannya ke posisi mereka. Trader-trader andal yang saya kenal selalu belajar dari hal-hal yang simpel dan mudah dipahami terlebih dulu untuk mengasah intuisi.

Q: Karakteristik seperti apa dari trader-trader profesional yang membuat mereka menjadi trader yang hebat?
A: Mereka sangat jago dalam mengendalikan diri. Mereka adalah trader yang mapan dari sisi psikologis dan bermental trader sejati. Mereka juga berpikiran terbuka untuk terus mengembangkan diri salah satu caranya adalah dengan menghadiri perkumpulan komunitas trading untuk berbagi pengalaman.

Q: Adakah “ritual” khusus Anda sebelum bertrading?
A: Baca Bismillah, kalau profit, ucapkan Alhamdulillah. Tidak perlu lebay (berlebihan, red.) lah.

Q: Adakah pantangan Anda dalam bertrading?
A: Tidak bertrading saat emosi. Jauhi MT4 kalau sedang kesal atau marah. Begitupun juga dengan saat senang karena profit sehingga tak jarang membuat trader menjadi kemaruk. Intinya, jangan bertrading saat emosi sedang meluap-luap.

3) Trader Forex Indonesia Bisa Sukses Jika

Q: Bagaimana suka duka selama bertrading forex?
A: Saya sih simpel-simpel saja ya. Semuanya dijalani dengan sewajarnya dan tetap kontrol diri. Sedih karena loss secukupnya, profit pun tidak perlu senang berlebihan. Yang perlu diingat, risiko dalam forex ini sangat besar, apapun bisa terjadi.

Q: Apakah yang menjadi semangat Anda untuk terus bertrading forex?
A: Pertama, keluarga, yakni demi memberikan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak (dari penghasilan tambahan bertrading). Kedua, karena kebebasan waktu dan finansial yang diberikan. Dunia forex ini luar biasa dahsyat.

Q: Banyak yang bilang kalau trader Indonesia tidak mungkin sukses. Bagaimana pendapat Anda?
A: Terus terang untuk meraih kesuksesan, terutama bagi trader Indonesia yang biasanya bermodal kecil, cukup berat. Kecenderungan trader awam biasanya bertrading karena “hawa nafsu” kebutuhan hidup yang memang besar ataupun gaya hidup. Mereka seringkali kelolosan dalam money management-nya. Contohnya, baru profit sedikit langsung dibelanjakan ini itu. Alih-alih diinvestasikan untuk trading berikutnya, begitu kena MC, mereka akan kelabakan, sudah besar pasak daripada tiang.

Tapi bukan berarti trader Indonesia sama sekali tidak akan pernah sukses, lho. Tipsnya, mulailah trading dengan modal kecil namun konsistensi yang solid. Pasang target setidaknya trading Anda sudah bisa menghasilkan profit konsisten 10%-20% dari modal. Setelah itu, barulah diterapkan pada modal besar. Namun tips ini, sekali lagi, saya kembalikan pada trader masing-masing. Boleh diterima, boleh tidak, sesuai dengan gaya tradingnya sendiri-sendiri.

(Visited 127 times, 1 visits today)