Strategi Metodologi Switching Dalam Trading Forex

In Strategy Trading by Della Fitriani

strategy-switching

Switching berdasarkan arti kata adalah mengganti. Dalam forex trading, strategi switching adalah melakukan pergantian arah dengan menutup posisi yang sedang merugi lalu membuka posisi baru dengan arah berlawanan dari posisi yang telah ditutup, dengan harapan keuntungan posisi yang kedua akan lebih besar dari kerugian pada posisi pertama yang sudah ditutup.

Contoh Penerapan Strategi Switching Dalam Trading Forex

Saat ini harga AUD/USD adalah 1.0300. Saya memprediksi AUD/USD akan naik menuju 1.0400 . Oleh karena itu saya membuka posisi buy . Selang berapa jam ternyata AUD/USD bergerak berlawanan dengan prediksi saya, AUD/USD Turun dan saat ini berada di level 1.0270. Artinya posisi buy rugi 30 pips
Setelah dianalisa ulang, ternyata AUD/USD akan semakin turun menuju level 1.0200.

Agar hari ini tidak rugi, saya putuskan untuk menutup posisi buy saya dengan kerugian 30 point dan membuka posisi sell baru. Setelah beberapa jam ternyata benar bahwa market bergerak sesuai hasil analisa kedua yaitu turun,dan kini berada di level 1.0200. Akhirnya setelah merasa profit yang didapatkan cukup, maka saya menutup posisi sell saya dengan profit 70 point.

Dari akumulasi 2 transaksi diatas dengan melakukan switching, hari ini saya profit sebesar 40 point yaitu dari keuntungan 70 pips dikurangi kerugian 30 pips. Prinsip dasar dari cut & reverse technique (switching) adalah melakukan perubahan pada arah posisi transaksi secara drastis (reverse position) apabila posisi transaksi awal mengalami kerugian (salah arah). Dalam kondisi demikian pelaku transaksi akan melakukan Cut Loss (melikuidasi posisi awal) dan langsung membuka posisi transaksi baru yang berlawanan arah dengan posisi transaksi awal tersebut.

Contoh :
Jika pada awalnya pelaku transaksi membuka posisi transaksi awal dengan melakukan posisi transaksi pembelian (New Open Buy Position) sebesar 1 Lot, maka apabila posisi tersebut mengalami kerugian dengan jatuhnya secara tajam harga ke arah bawah, maka si pelaku transaksi akan melakukan Cut Loss pada posisi transaksi beli tersebut (Close Buy Position) dan kemudian membuka transaksi jual baru (new Open Sell position) juga sebesar 1(satu) lot.

Logika dasar pemilihan teknik transaksi ini adalah memberikan alternatif mengenai bagaimana seseorang pelaku transaksi dapat melakukan revisi terhadap posisi transaksinya dan melakukan antisipasi apabila terjadi perubahan trend harga secara mendadak tanpa kehilangan peluang untuk memperoleh keuntungan. Dari sudut pandang analisa teknikal, tindakan cut & reverse position hanya akan dilakukan apabila harga memecahkan Level Support atau Level Resistance. Cut Loss Position untuk transaksi beli hanya akan dilakukan apabila trend harga naik berbalik ke bawah dan memecahkan Level Support, sedangkan Cut Loss position untuk transaksi jual hanya akan dilakukan apabila trend harga ke bawah berbalik naik dan berhasil menembus Level Resistancenya.

Strategi Trading Forex Switching Dengan Martingale, Averaging dan Hedging

Switching bisa saja dilakukan dengan Martingale, Averaging, dan Hedging. Dimana pada intinya adalah menutup kerugian lama dengan membuka posisi baru. 

Martingale adalah sebuah teori manajemen probabilitas yang memungkinkan kesamaan nilai sesuatu dimasa tertentu dengan masa sebelumnya dengan menggunakan prinsip penggandaan. Dalam forex trading, Strategi Martingale adalah strategi untuk mendapatkan profit sekaligus menutup total kerugian dari transaksi sebelumnya melalui penggandaan modal.

Oleh karena itu, ketika menggunakan strategi martingale resiko pada transaksi berikutnya selalu meningkat seiring dengan meningkatnya kerugian. Aturan main strategi martingale ini adalah ketika anda melakukan transaksi sekian (n) lot dan hasilnya rugi, maka pada transaksi selanjutnya menggunakan lot 2 kali lipatnya (2n). Begitu pula selanjutnya. Sehingga ketika transaksi terakhir profit, maka keuntungannya sudah bisa menutupi semua kerugian dari transaksi-transaksi sebelumnya. Untuk memperkecil kerugian ketika posisi kita berlawanan arah dengan trend, serta untuk memaksimalkan keuntungan disaat posisi kita searah dengan trend, kita bisa menggunakan Strategi Averaging.

INFO :
Namun tentunya model diatas perlu keterampilan khusus. Perlu di pelajari dan dipahami cara kerjanya. kebanyakan investor pemula yang tidak punya skill, keras kepala menahan kerugiannya ketika kerugiannya masih kecil. Mereka beralasan akan bisa keluar dengan keuntungan yang minimal. Mereka tetap menunggu dan menunggu dan berharap sampai kerugiannya menjadi keuntungan. Namun disayangkan biaya yang dikeluarkan juga cukup besar. Maka stop loss sangat berguna di sini untuk membatasi diri dan memperbaiki disiplin trading forex kita.
(Visited 124 times, 1 visits today)