Struktur Investasi

In Panduan Forex Pemula by Della Fitriani

Pada Dasarnya Usaha terbagi atas dua bentuk, investasi Rill (teknologi, jasa, properti/Bangunan, maupun manufaktur) dan Investasi Finansial (forex, saham, komoditi, reksadana). Investasi Sektor Rill Seringkali menjadi bisnis yang dilirik masyarakat dalam mengembangkan usahanya  misalnya dalam sektor Properti, pertanian,  produk minuman  maupun makanan, tetapi dalam era krisis global yang mengguncang dunia, masyarakat dunia umumnya mulai tertarik kepada bidang usaha lainnya yakni Investasi Finansial. Hal ini diakibatkan karena Investasi Rill lebih membutuhkan modal besar, rentang waktu pengembalian yang relatif lama, begitu pula biaya pemeliharaannya, hal ini berbeda dengan sektor finansial kecendrungannya lebih likuid dan pengembalian/return yang lebih besar tentunya sebanding dengan tingkat resikonya (minimalisasi resiko dengan  pemahaman kondisi ekonomi dunia (hal ini dibahas dalam analisis teknik fundamental))

Sejarah Investasi

Pada tahun 1970-an hingga akhir 1990-an, sebagian besar pemilik uang lebih memilih menanamkan uangnya di sektor riil, seperti mendirikan pabrik (manufaktur), perumahan, pertanian, perkebunan, perdagangan, dan Iain-lain. Baru setelah krisis moneter yang menimpa Indonesia pada tahun 1997-2000, para pemodal mulai mencari investasi lain yang bisa menghasilkan return lebih tinggi dalam tempo yang lebih singkat. Saat itulah, investasi di sektor finansial (financial investment) mulai berkembang bahkan mengalami booming, termasuk di Indonesia. Para pemilik modal lebih memilih sektor keuangan sebagai lahan investasinya karena bidang ini memang memiliki beberapa keunggulan, misalnya, lebih likuid, tingkat returnnya relatif lebih tinggi dan lebih cepat, kendati hal tersebut juga sebanding dengan risikonya. Selain itu, produk yang ditawarkan di sektor investasi keuangan juga banyak, di antaranya saham, index, valas/forex, komoditi, dan lain sebagainya.

Lalu dimana posisi Forex Trading? Dia ada di dalam golongan Pasar Uang & Bursa Komoditi Berjangka.

Forex trading merupakan investasi pada sektor finansial yang tergolong paling high (!) risk-high return investment. Artinya, peluang untuk memperoleh keuntungan sangat besar bahkan dapat mencapai ratusan persen perbulan namun diimbangi dengan kemungkinan kerugian yang besar apabila tidak dikelola dengan baik.

Perlu Anda pahami konsep high risk-high return disini. Pada dasarnya, semua jenis investasi memiliki kemungkinan merugi. Besarnya potensi kerugian akan sebanding dengan besarnya potensi keuntungan yang dapat kita peroleh disini. Semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh disini, maka semakin besar juga potensi kerugian yang dapat timbul dan sebaliknya.

Peserta dari proses investasi terdiri dari pemerintah, perusahaan dan individu dengan keterangan sbb:

Setiap tingkat pemerintah (pusat, propinsi, kabupaten) memerlukan jumlah dana yang cukup besar baik untuk belanja modal seperti pembangunan sekolah, rumah sakit, jalan dan jembatan yang dipenuhi melalui surat berharga, hutang jangka panjang maupun untuk kebutuhan operasional seperti bila penerimaan pajak lebih kecil dari pengeluarannya yang bias dipenuhi melalui surat berharga hutang jangka pendek.

Pemerintah bisa juga menjadi penawar dana, jika memiliki dana menganggur dan dapat melakukan investasi jangka pendek untuk mendapatkan hasil. Namun pada umumnya pemerintah merupakan peminta neto dana artinya meminta dana lebih banyak dari pada yang ditawarkan.

(Visited 152 times, 1 visits today)