Tanah di Mars Beracun, Sulit Dihuni Makhluk Hidup

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

Badan Antariksa Amerika, NASA, boleh mengatakan bila mereka telah menemukan bukti keberadaan air di planet Mars. Sayangnya, hal itu tidak lantas bisa membuat manusia hidup di dalamnya, seperti yang digambarkan oleh film ‘The Martian’.

Bahkan, film ‘The Martian’ mendapat kritik karena menghilangkan salah satu elemen ‘bahaya’ penting yang membuat karakter Mark Watney (Matt Damon) bisa bebas berkeliaran di Mars, yakni radiasi. Namun, selain radiasi masih ada beberapa alasan lain yang membuat hidup di Mars nyaris mustahil bagi umat manusia. Berikut ulasannya.

Planet Mars dinilai kurang bersahabat untuk ditempatkan oleh manusia

Planet Mars dinilai kurang bersahabat untuk ditempatkan oleh manusia. Selain dingin, Mars juga memiliki atmosfer yang rendah dan radiasi yang tinggi. Tanah yang berada di daratan planet tersebut juga telah dikonfirmasi bisa mematikan. Tanah yang mematikan itu memiliki bahan senyawa bernama perklorat, campuran klorin yang dapat menghancurkan bahan organik seperti sel jika dipanaskan.

Mars dijelaskan peneliti NASA memiliki tingkatan radiasi yang tinggi, terdapat dua kandungan radiasi berbahaya di Mars, di antaranya ada Solar Energetic Particles (SEPs) dan Galactic Cosmic Rays (GCRs). Keduanya bisa membombardir manusia jika tidak disokong alat antiradiasi yang memadai ketika berada di Mars.

Temperatur menjadi salah satu kendala besar manusia untuk bisa hinggap di Mars. Sebagai informasi, temperatur rata-rata di Bumi adalah sekitar 57 derajat Fahrenheit (14 derajat Celsius). Namun, temperatur rata-rata di Mars berada di suhu sekitar -81 derajat Fahrenheit (-63 derajat Celsius) yang mana menjadi suhu yang sangat tidak mungkin membuat manusia bisa bertahan tanpa adanya bantuan alat canggih.
INFO :
Menurut Science Alert, ilmuwan baru saja menemukan tanah di Mars ternyata mengandung unsur yang bisa membuat kehidupan hingga tingkat bakteri mati hanya dalam hitungan menit. Temuan ini diketahui setelah ilmuwan melakukan penelitian khusus mengenai bakteri yang bisa bertahan di lingkungan seperti Mars.
(Visited 16 times, 1 visits today)