Teka-teki Planet Tertua di Tata Surya Akhirnya Terungkap

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

Peneliti menemukan bahwa Jupiter merupakan planer gas raksasa tertua yang ada di sistem tata surya. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa planet raksasa gas itu mungkin terbentuk hanya sejuta tahun setelah matahari.

Penemuan tersebut berarti Jupiter berusia kira-kira 50 juta tahun lebih tua dari Bumi. Temuan ini diklaim oleh sekelompok peneliti internasional dari Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) dan Institut Fur Planetologie di University of Munster di Jerman, dan telah diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences.

Seiring pertumbuhannya, Jupiter ternyata juga “menelan” planet-planet gas kecil lain yang berukuran mirip dengan bumi. Pada awal pembentukannya, Jupiter berada lebih dekat dengan matahari.

Jaraknya mungkin seperti Mars ke matahari saat ini

Ketika bermigrasi menjauh dari matahari, Jupiter menarik sejumlah besar puing-puing di belakangnya. Setiap planet gas yang baru terbentuk kala itu ikut hancur dan ditarik ke Jupiter. Material yang tersisa akhirnya menjadi bagian dalam pembentukan Merkurius, Venus, bumi, dan Mars atau terdorong ke sabuk asteroid.

Jupiter berukuran 20 kali lipat lebih besar dari Bumi

Menurut perhitungan, inti Jupiter yang berukuran 20 kali lipat lebih besar dari Bumi turut memungkinkan pemisahan tersebut. Hasil penelitian juga menunjukkan planet yang dikenal sebagai gas raksasa itu sudah berkembang dalam 1 juta tahun pertama tata surya.

Tata surya sendiri diprediksi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun lalu dari awan gas dan debu yang sangat besar. Sebagai awal, Matahari yang terbentuk lebih dulu, lalu planet-planet terbentuk dari bahan sisa yang berputar mengelilingi Matahari.

Jupiter adalah planet tertua di tata surya, dan inti padatnya terbentuk dengan baik sebelum gas matahari berhenti. Perubahan ini konsisten dengan model pertumbuhan inti pembentuk planet raksasaThomas Kruijer
(Visited 30 times, 1 visits today)