Teori Analisa Teknikal

In Panduan Analisa Teknikal by Della Fitriani

Dasar Analisa Teknikal

teknikal

Analisa teknikal adalah analisa yang mengarahkan anda pada hitungan atau statistik. Disertai dengan instrumen pergerakan dan hitungan. Hal inilah yang harus anda perhatikan, karena dari analisa teknikal juga tidak akan bisa 100% benar dan sempurna. Besarnya keakuratan inilah yang menjadi seni dan level tersendiri dari masing-masing trader. Semakin sering anda mempelajari, mengevaluasi, dan memperhatikan setiap sisi dari analisa teknikal ini, maka anda akan mendapat titik terang dari sebuah trend market.

Tentunya anda akan bertanya mengapa banyak Trader lebih menggunakan analisa teknikal, berikut adalah alasannya:

Tujuan dari para trader menggunakan analisa teknikal antara lain untuk :
  • Volume transaksi
  • Trend
  • Level-level psikologis (support dan resistance)
  • Periode waktu yang terjadi.

Indikator teknikal ini diciptakan oleh banyak analis teknikal, dan jika dikumpulkan jumlahnya dapat mencapai 250 lebih. Dengan macam-macam tujuan. Dan dengan tingkat kerumitan yang berbeda-beda. Namun sedikit masukan Anda tidak perlu menggunakan semua(karena tidak mungkin juga), cukup gunakan mana yang anda betul-betul pahami, lebih baik sedikit dan sederhana tapi anda menguasai dan tahu mana kelebihan dan kekurangannya.

Indikator menerapkan prinsip ilmu matematis dan statistik. Jadi pertanyaanya, wah saya harus bisa ilmu statistik dong? Jawabnya adalah tidak perlu, dalam program aplikasi forex kebanyakan mereka telah memberikan fasilitas indikator yang dapat langsung anda terapkan di grafik. Bagi anda yg sudah mahir(forex & statistik) anda bisa juga membuat indikator sesuai selera anda. Walaupun indikator bawaan ini bisa sudah langsung diterapkan dan dipakai pada grafik, Anda tetap harus mempelajari kegunaan dan fungsi dari indikator tersebut.

Beberapa indikator yang lazim digunakan Secara garis besar ada 3 jenis indikator yaitu:

Jenis indikator ini digunakan untuk mengidentifikasi situasi oversold atau overbought. Momentum indikator juga digunakan untuk melihat apakah suatu trend masih akan berlanjut atau semakin melemah.

Contoh indikator:
– Stochastic Oscillator
– Relative Strength Index (RSI)
– CommodityChannel Index (CCI)

Nama indikator teknikal juga banyak yang sama dengan nama penemunya. Sebagai contoh indikator bernama Bollinger Bands, diciptakan oleh John Bollinger, seorang Analis Teknikal keturunan Yahudi.
Analisa Fundamental Analisa Teknikal
– Butuh waktu untuk memperoleh informasi.
– Bersifat subyektif karena melibatkan banyak pendapat orang.
– Sulit diterapkan pada pasar yang tidak efisien. – Memerlukan banyak data untuk menunjang akuratnya prediksi.
– Diperlukan kemahiran trader(membaca chart)
– Lebih cocok diterapkan pada long term periode trading.

(Visited 50 times, 1 visits today)