Termasuk Tipe Trader Yang Manakah Anda?

In Psikologi Trading by Kia Pratiwi

Untuk menunjang keberhasilan dalam trading forex, Anda mesti tahu tipe kepribadian Anda sebelum menentukan gaya trading. Sesuaikan gaya trading dengan tipe kepribadian Anda. Pada dasarnya ada 4 tipe trader, yaitu scalper, trader harian (day trader), position trader dan swing trader.

Berikut Penjelasan Tipe Trader :


  • Scalper

    Pada umumnya, frekuensi trading seorang scalper jauh lebih besar dari trader lainnya. Tujuannya adalah masuk dan keluar pasar secepatnya, meraup beberapa pip setiap trade sebagai targetnya, dan sering kali dengan resiko yang lebih besar dari take profitnya. Memahami cara trading yang tidak umum tersebut memang sulit bagi trader pemula. Trend tidak begitu penting bagi tipe trader scalper karena mereka hanya mengincar pergerakan harga dalam range yang begitu sempit sehingga tidak harus mempertimbangkan arah trend pada time frame tinggi, mereka bhkan trading pada time frame yang sangat rendah seperti 5 menit atau bahkan 1 menit. Bagi seorang scalper, platform trading mesti reliable dan juga broker tempat mereka trading harus memperbolehkan penggunaan cara trading ini.

  • Trader Harian (Day Trader)

    Cara trading yang setingkat di atas scalping berdasarkan jarak waktu entry dan exit yang digunakan adalah trader harian (day trader). Tujuan seorang trader harian pada umumnya adalah masuk dan keluar pasar dalam satu sesi perdagangan saja dengan risk/reward ratio minimal 1:1. Pada prinsipnya, seorang trader harian memiliki cara trading yang hampir sama dengan seorang scalper, yaitu masuk dan keluar pasar secepat mungkin, hanya saja day trader lebih fokus pada arah trend dan cenderung trading searah dengan trend yang sedang terjadi.

  • Position Trader

    Jangka waktu trading seorang position trader jauh lebih panjang dari scalper atau trader harian. Pada umumnya, mereka menahan sebuah posisi hingga beberapa hari atau beberapa minggu.Sebagian position trader masuk pasar hanya berdasarkan analisa fundamental, namun pada umumnya mereka menggabungkan analisa teknikal dan fundamental. Sebagai contoh, seorang position trader akan masuk sell setelah memastikan bahwa pasar akan bearish berdasarkan suku bunga yang turun, keadaan ekonomi global yang sedang resesi dan faktor-faktor lainnya. Biasanya mereka menentukan level stop loss yang besar, bisa hingga ratusan pip dengan risk/reward ratio sebesar minimal 1:1.

  • Swing Trader

    Swing adalah cara trading jangka menengah dengan mengambil titik-titik entry dan exit pada level-level tertinggi dan terendah dalam sebuah arah trend, bisa uptrend atau downtrend. Swing trader menggunakan time frame yang berubah-ubah tergantung dari time frame mana yang paling jelas memberikan informasi titik-titik entry, biasanya titik-titik reversal ataupun tititik-titik koreksi atau retracement. Waktu trading swing trader tidak pasti, kadang bisa jangka pendek jika kriteria entry dan exitnya sudah terpenuhi, atau jangka panjang bila masih menunggu level targetnya. Pada umumnya swing trader menerapkan berbagai indikator teknikal termasuk Fibonacci retracement, garis dan channel trend, serta pivot point.

(Visited 44 times, 1 visits today)