Ternyata ini penyebab kekalahan Hillary Clinton daru Donald Trump

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

kekalahan-hillary-dari-trumpPertarungan menuju Gedung Putih antara Hillary Clinton dan Donald Trump baru saja berakhir dengan kemenangan capres Republik. Sang miliarder nyenteri terpilih sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat.

Kekalahan Hillary diduga diakibatkan oleh tidak munculnya pendukung dalam jumlah besar, sesuai harapan, yang berasal dari kalangan Afrika-Amerika, Latin, dan peserta pemilu muda.

Awalnya diperkirakan, dalam jumlah besar tersebut akan mendukung mantan Menteri Luar Negeri AS itu untuk menduduki Gedung Putih.

Namun, pada akhirnya bukan hanya tidak muncul dalam bilik pemungutan suara, beberapa wilayah yang diprediksi akan menjadi poin kuat Hillary, seperti Wisconsin, justru dimenangkan oleh Trump. Lalu apa sebenarnya yang menjadi penyebab kekalahan Hillary dalam hal ini? Mari kita bahas pada ulasan berikut.

Penyebab kekalahan Hillary Clinton daru Donald Trump

Tentu saja Hillary Clinton tak bisa dianggap remeh begitu saja dan mengkategorikannya sebagai pemimpin yang lemah dan tak memiliki power, namun bagaimanapun juga pola berpikir orang Amerika rata-rata berpikir secara realistis bahwa pemimpin wanita tentunya akan menggunakan naluri alamnya sebagai makhluk yang lemah ketika ada kebijakan-kebijakan luar negeri yang membutuhkan ketegasan karena menentukan masa depan Amerika. Misalkan agresi Amerika Serikat dan negara-negara sekutu untuk menggempur ISIS, serta penanganan terorisme dalam skala internasional, naluri kewanitaan seorang Hillary Clinton sedikit banyak akan mempengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Satu hal yang mungkin menjadi penyebab kekalahan Clinton, adalah skandal email yang selama ini menjadi batu sandungan bagi Clinton dalam perjalanannya menuju Gedung Putih.

Seperti diketahui, Clinton jadi bulan-bulanan lantaran kedapatan menggunakan server email pribadinya untuk keperluan korespondensi resmi, saat dirinya menjabat sebagai menteri luar negeri AS. Semestinya, Clinton menggunakan server federal.

Memang, Clinton sempat dinyatakan tidak melakukan pelanggaran dalam kasus tersebut oleh Direktur Biro Penyidik Federal (FBI) James Comey pada Juli lalu. Namun, sejumlah jajak pendapat mengungkap bahwa lebih dari separuh responden menganggap Clinton telah melakukan pelanggaran hukum.

Namun, sebelas hari menjelang hari H pilpres, seperti dikutip dari CNN, Comey mengumumkan bahwa FBI menemukan sejumlah email baru yang kemungkinan relevan untuk dipakai dalam penyelidikan kasus tersebut. Uniknya, kurang dari 48 jam jelang pencoblosan, Comey menyatakan bahwa email-email baru tersebut tidak memiliki potensi pelanggaran oleh Clinton.

Ini juga merupakan salah satu faktor kuat kekalahan Hillary Clinton dimana ia dianggap sebagai wanita lemah yang tak mampu mengelola suaminya menjadi suami yang baik dan sebagai imam kepala dalam rumah tangganya. Perselingkuhan suaminya dengan Monica Lewinsky menjadi pemicu yang cukup kuat bagi rakyat Amerika untuk tidak memilihnya sebagai pemimpin mereka. Ibaratnya, rumah tanga saja tak mampu dilakoninya sebagai layaknya seorang istri, apalagi mengelola negara super power sebesar Amerika Serikat?

Masalah kesehatan yang ia alami pada bulan September pun sepertinya jadi salah satu faktor pemicu kekalahan. Tertangkap kamera hampir ambruk di acara peringatan serangan 11 September, Clinton ketahuan menderita pneumonia. Isu tersebut sempat dijadikan objek bagi Trump untuk melakukan serangan.

INFO :
Kekalahan Clinton pada 8 November 2016 amat mengejutkan. Para pendukung yang berkumpul di basis-basis pemenangannya hanya bisa tertunduk dan menangis, menyaksikan negara bagian demi negara bagian “memerah” sebagai tanda kemenangan kubu Trump.
(Visited 506 times, 1 visits today)