Teror di Barcelona dan Trump Bikin Wall Street Jatuh

In Berita Terhangat dan Terkini by Kia Pratiwi

Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) jatuh dalam pada perdagangan Kamis. Ini disebabkan oleh serangan teror di Barcelona, Spanyol, dan kekhawatiran soal tindakan Presiden Donald Trump yang dijauhi para pemimpin bisnis di AS. Para investor juga was-was soal rumor yang mengatakan bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih, Gary Cohn, yang merupakan mantan pimpinan Goldman Sachs, akan mundur dari jabatannya. Namun sumber di Gedung Putih membantah rumor tersebut. Kondisi tersebut membuat saham-saham sektor perbankan jatuh dalam.

Berikut Data Saham Yang Jatuh


Pada perdagangan saham Kamis (17/8/2017), indeks Dow Jones jatuh 1,2% ke 21.750,73. Lalu indeks S&P 500 jatuh 1,5% ke 2.430,01. Sementara indeks Nasdaq jatuh dalam 1,9% ke 6.221,91.

Saat perdagangan dibuka kemarin, Wall Street langsung jatuh. Ini akibat berita serangan teror di Barcelona lewat sebuah mobil van yang menabrak kerumunan turis. Ada korban meninggal dan luka-luka. Selain teror, para investor juga mengkhawatirkan berita bahwa para pemimpin bisnis saat ini menjauhi Trump. “Ini pertama kali sejak Trump jadi presiden, ada ketidakharmonisan antara dia (Trump) dengan komunitas bisnis,” kata Analis, Adam Sarhan, dilansir dari AFP, Jumat (18/8/2017). Adanya beberapa konflik internal dan eksternal di pemerintahan Trump, membuat investor pesimistis Trump akan mampu menjalankan agenda ekonomi yang telah dicanangkannya sejak kampanye presiden tahun lalu, yaitu peningkatan belanja infrastruktur dan pemangkasan pajak.

Menurut Sarhan, kejadian politik di masa Trump saat ini banyak yang mempengaruhi langsung kondisi ekonomi. Ini yang menyebabkan pasar saham langsung bereaksi. Saham Goldman Sachs dilaporkan jatuh 1,8%. Saham Apple juga turun 1,9%, kemudian saham Wal-Mart Stores turun 1,6%.

(Visited 34 times, 1 visits today)