Tips Bebas Jeratan Overtrade

In Tips Trading by Reza Pahlevi

vertrade (berlebihan buka posisi)? Apakah kita semua pernah melakukannya? Kita Berpikir itu Berlebihan dalam membuka posisi sangat berpotensi untuk menghancurkan akun kita. Dalam keadaan sadar kita akan sangat menyukai aktifitas “membuka posisi”, apalagi yang terus menerus menghasilkan profit.

Tanpa terasa, keasyikan terjerembab dalam keadaan sadar ini berubah menjadi tak sadar.tahu-tahu..akun yang kita kelola telah berdarah-darah. Yang kita sadari hanya kenyataan bahwa kita telah berlebihan dalam membuka posisi. Selanjutnya, bagaimana seorang trader harus bersikap? Bagaimana gangguan “hantu gentayangan” overtrade ini, dapat diusir dari benak anda? Apakah ada cara yang bisa digunakan untuk menghindar dari jebakan overtrade?

Sangat mudah.. segeralah membuat trading plan (rencana bertransaksi). Kenapa harus membuat trading plan sebagai solusinya? Dengan trading plan, kondisi overtrade dapat dihindari. Di dalam trading plan terkandung, paling tidak, gambaran tentang kapan harus open posisi dan kapan harus tutup posisi (baik dalam keadaan profit ataupun loss). Trading plan juga digunakan untuk “rem” agar laju open posisi anda terbatasi. Jika anda masih bertanya-tanya, dibawah ini saya sajikan konsep trading plan yang akan mencegah anda terperosok dalam lubang overtrade.

Banyak trader mempunyai kebiasaan untuk melakukan sebanyak-banyaknya open posisi dengan anggapan kebiasaan itu akan menghasilkan lebih banyak profit. Ketahuilah bahwa itu hanya sebuah mitos. Coba bayangkan anda hanya open posisi terhadap suatu trade dengan 2 kali sehari dan masing masing trade dengan 50 lot + akun standar + hanya 5 pip? Hitung totalnya dalam setahun..apakah jumlah tersebut masih kurang memuaskan? Atau malah anda berpikir itu terlalu besar untuk selevel anda? Silakan saja kecilkan lotnya. Jadi berapa kali anda harus open posisi dalam sehari? Kebanyakan trader menggunakan kebiasaan 2-4 kali sebagai jumlah yang wajar dan layak untuk membuka posisi. Pikirkan saja kualitas sinyal yang akan anda manfaatkan untuk open posisi dan bukannya memanfaatkan sebanyak-banyaknya sinyal yang muncul dalam sehari.

Jika dalam sekali periode (katakanlah sehari) anda telah merencanakan untuk membuka posisi 3 kali. Anda sudah menjalankan 2 kali open posisi dan mendapatkan untung $10 untuk masing-masing posisi. Jadi total anda mendapatkan $20. Karena trading plan anda sudah menggambarkan untuk 3 kali open posisi maka anda segera mencari kesempatan lagi di sinyal yang lain, namun ternyata kali ini anda mengalami loss $30. Anda mendapatkan 1 kali peluang untuk open posisi dan anda mendapatkan keuntungan $20. Maka total profit yang telah anda dapatkan dari ke-4 open posisi ini “hanya” $10. Mungkin anda hanya menganggap ini sebuah gurauan saja, masak sih dengan open 4 posisi hanya dapatkan sekian saja. Coba anda kembali ke logika di no 1. Anda tinggal tambahkan saja nilai lot per posisinya saja maka anda segera melihat hasil yang anda idam-idamkan bukan?

Pergerakan pasar adalah hal yang mustahil untuk dipastikan arahnya. Ada kalanya hari anda benar-benar jauh dari harapan yang telah anda rencanakan. Hampir keseluruhan posisi anda berada dalam kondisi loss. Disini saya memcoba memberikan tips agar kondisi akun anda tetap dalam keadaan positif. Salah satu nya dengan menggunakan % dari nilai akun anda. Entah 2% atau 5%. Tetaplah jaga akun tersebut dalam keadaan positif. Atau anda bisa juga menggunakan akumulasi sinyal paling valid dari system anda yang “terpatahkan” oleh pergerakan pasar. Misal anda mendapatkan maksimal 3 kali sinyal paling valid dari system yang gagal maka anda akan berhenti open posisi hari itu.
Kata kunci yang ingin dicapai disini adalah keuntungan yang konsisten. Hal itu bukanlah sesulit yang hampir sebagian besar trader bayangkan. Anda hanya perlu tetapkan kedisiplinan yang kuat dalam mengikuti trading plan sehingga kondisi overtrade yang akan mengarahkan anda pada ketidak konsistenan profit bisa dihindari.

(Visited 34 times, 1 visits today)