Trading Harus Pakai Sistem, Bukan Intuisi!

In Tips Trading by Kia Pratiwi

Mengapa banyak nasabah merugi di bisnis perdagangan berjangka (futures) atau yang disebut juga sistem perdagangan alternatif ini? Jumlah kerugiannya pun tidak tanggung-tanggung, ada yang 100 juta, 200 juta, 500 juta, bahkan ada yang sampai miliaran rupiah! Jawabannya adalah karena mereka bertransaksi tidak menggunakan sistem, hanya mengandalkan intuisi.

Mengapa Trader kebanyakan Loss

Selama transaksi di bisnis ini masih dilakukan dengan dasar intuisi, maka jangan bermimpi untuk mendapatkan keuntungan. Menggunakan intuisi itu, maksudnya, kita masuk atau mengambil posisi di market berdasarkan kecenderungan perasaan kita (seperti menebak tebakan). Ini harga mau naik atau turun ya? Hmm, sepertinya harga mau naik! Buy ah… Kira-kira seperti ini situasi transaksi yang menggunakan intuisi. Sama sekali tidak ada dasar yang pasti, semua didasarkan pada kemungkinan. Akhirnya apa yang terjadi? Kalau nasabahnya memilih buy, yang terjadi adalah good bye! Dan kalau nasabahnya memilih sell, yang terjadi adalah selamat tinggal! Mengapa hal ini terjadi? Tentu karena euforia yang berlebihan dan cenderung menganggap bisnis ini mudah saja (oh cuma begini, apa susahnya?). Mereka, pada dasarnya menganggap pergerakan harga bisa diprediksi, tapi tidak mau (atau malas) mempelajari indikator sampai mendetail. Padahal ada banyak sekali indikator yang tersedia untuk memprediksi pergerakan harga. Tapi ada juga nasabah tertentu yang sengaja menggunakan intuisinya di bisnis ini karena memang ingin berjudi (gambling alias untung-untungan). Mereka berasumsi bahwa harga bergerak secara acak, sehingga voalilitas harga dijadikan sebagai ‘pengganti’ dadu.

Perlu Anda catat, harga itu tidak bergerak secara acak, tetapi bergerak secara teratur dan bisa diprediksi. Itu sebabnya, semua yang bertransaksi di bisnis ini menggunakan intuisi, pada akhirnya akan tergilas habis! Saya berkesimpulan seperti ini karena sudah pernah merasakan digilas market. Lalu bagaimana bertransaksi yang tidak menggunakan intuisi? Pakai sistem! Ya, sistem trading. Inilah yang membedakan transaksi yang menggunakan intuisi dengan yang tidak menggunakan intuisi.

System Trading yang benar

Sistem trading itu pada prinsipnya adalah cara entry market dengan panduan beberapa indikator (jangan cuma satu, sebaiknya minimal tiga indikator). Jadi, kita harus membuat kriteria kapan kita harus masuk ke market berdasarkan signal indikator utama dan dikonfirmasi oleh setidaknya dua indikator tambahan. Demikian juga saat kita hendak keluar (exit) dari market. Terasa ribet ya? Ya, memang harus begini kalau mau berhasil. Dengan cara begini, transaksi kita terbebas dari faktor intuisi. Karena untuk entry market, kita harus menunggu signal minimal tiga indikator yang kita gunakan konfirm. So, transaksi yang kita lakukan menjadi lebih pasti (ada dasarnya) dan bisa diukur.

Sistem trading yang kita ciptakan, harus bisa diukur. Misalnya kita sudah menemukan sistem trading A menggunakan tiga indikator. Setiap entry market, kita setel SL pada level 30 poin dan TP pada level 50 poin. Artinya, kalau kita rugi, ruginya 30 poin, dan kalau profit, untungnya 50 poin. Pengukuran atau pengujian terhadap sistem trading dilakukan setiap 10 kali transaksi. Maksudnya, dalam 10 kali transaksi yang kita lakukan, berapa kali yang profit dan berapa kali yang mengalami loss. Kalau transaksi yang merugi lebih banyak dari yang profit, berarti sistem trading kita belum bisa membuat kita mengalami profit konsisten dan karena itu harus diganti, apakah itu diperbaharui (direfisi kriterianya) atau diganti total (indikatornya diganti dengan indikator yang lain).

Sistem trading yang baik adalah sistem trading yang minimal dalam 10 kali pengujian (10 x 10 transaksi), transaksi yang profit jumlahnya lebih besar dari transaksi yang merugi. Kalau rata-ratanya sudah mencapai 6:4 (6 x profit, 4 x rugi), ini sudah lumayan. Artinya potensi profit kita 300 poin dan potensi rugi kita 120 poin, masih ada selisih 180 point (per 10 kali transaksi). Akan lebih baik lagi kalau rata-ratanya mencapai 7:3 atau 8:2. Kalau ada yang bisa mencapai 9:1 apalagi 10:0.

Menguji System Trading

Menguji sistem trading harus dilakukan pada akun demo (akun virtual). Dan jika sudah menemukan sistem trading yang tepat, tetap harus diuji di akun demo selama beberapa bulan (satu sampai tiga bulan). Jika hasilnya sesuai harapan (sebagaimana yang tampak di statemen), baru kita beralih ke akun real. Dengan demikian, saat kita bertransaksi, tidak ada lagi beban psikologis yang berlebihan.

(Visited 88 times, 1 visits today)