Ukur Kecepatan Trend dengan Indikator Momentum

In Panduan Menggunakan Indikator by Della Fitriani

ukur-kecepatan

Terkadang harga bergerak sangat cepat maupun sangat lambat. Pergerakan harga memanglah tidak berbentuk garis lurus ke satu arah. Pasar bergerak dalam bentuk serangkaian zigzag. Kita dapat mengetahui kemana pasar bergerak yang disebut dengan trend dengan indikator yang terdapat di MT4 anda. Untuk melihat trend anda hanya cukup menggunakan Time Frame yang besar seperti H4, D1 dst. Lalu bagaimana jika saat kita trading ternyata harga bergerak dengan sangat cepat ? Anda dapat menggunakan Indiaktor Momentum, mari kita simak cara penggunaannya.

Apa itu Indikator Momentum ?

Momentum indikator adalah forex indikator yang memberikan signal setelah tren terbaru atau reversal terjadi, tentunya dengan menggunakan indikator ini kita harus sabar dan entry posisi setelah tren/reversal terjadi. Contoh dari Indikator Tipe Momentum adalah MACD dan Moving average

Walaupun ada kemungkinan kita terlambat entry/masuk dibandingkan menggunakan oscillator, keuntungan menggunakan momentum indikator adalah resiko adanya kesalahan lebih kecil. Indikator momentum ini adalah salah satu oscillator tertua yang pernah ditemukan. Caranya sangat simpel, yakni hanya mengurangkan harga suatu saham hari ini dengan harga yang sama pada hari sebelumnya. Jadi maksudnya jika Anda menuliskan momentum 14 hari untuk harga X, maka cara menghitungnya adalah dengan mengurangkan harga tersebut hari ini dengan harga 14 hari yang lalu. Mudah bukan? Jika Anda menggunakan Metatrader, maka indikator ini akan bernama Momentum atau bila dalam saham disebut ROC (Rate of Change).

Penggunaan Indikator Momentum dalam trading Forex

Dalam platform trading Metatrader, indikator momentum menggunakan level 100 sebagai acuan. Jika garis kurva indikator momentum memotong level 100 dari bawah ke atas, maka pergerakan harga akan cenderung bullish, dan sebaliknya jika memotong level 100 dari atas ke bawah maka pergerakan harga akan cenderung bearish. Untuk menyaring (filtering) arah trend agar diperoleh momentum entry yang probabilitasnya tinggi, bisa digunakan indikator simple moving average (sma), misalnya sma periode 20 seperti pada contoh EUR/USD daily diatas.

Dalam hal ini indikator momentum bisa menunjukkan level overbought dan oversold seperti halnya RSI atau stochastic, tetapi karena zona level overbought dan oversold tidak bisa ditentukan (relatif), maka kita mesti memperhatikan kondisi ekstrem dengan asumsi tertentu. Jika indikator momentum mencapai level tertinggi atau terendah (relatif), kita harus mengasumsikan arah trend masih akan berlanjut seperti sebelumnya hingga pergerakan harga berubah.

Sebagai contoh jika indikator momentum mencapai level tertinggi dan kemudian turun maka kita asumsikan harga masih akan naik, dan kita hanya akan entry sell bila harga telah benar-benar turun. Untuk amannya bisa juga dikonfirmasikan dengan indikator moving average.

Cara menggunakan Indikator Momentum

INFO :
Rumusnya dari indikator momentum adalah mengurangi harga penutupan 10 hari yang lalu (atau beberapa interval waktu sebelumnya) dari harga penutupan saat ini. Titik acuannya tertumpu pada garis nol atau netral. Sebuah garis momentum disebut bernilai positif apabila berada di atas garis nol, dan jika garis momentum disebut bernilai negatif jikalau berada di bawah garis nol.
Signal Dasar

Signal dari pergerakan garis momentum tersebut akan menghasilkan garis sinyal yang menunjukkan apakah harga telah mengalami kenaikan atau penurunan selama periode waktu tertentu. Bila indikator momentum bergerak di atas garis nol, ini menunjukkan pasar naik dan menandakan terjadinya sinyal beli. Begitu garis indikator momentum turun sampai di bawah garis nol, maka menunjukkan pasar telah menurun dan menandakan akan terjadi sinyal jual. Adanya perubahan sinyal karena melewati garis nol bukan berarti sinyal momentum dimasa mendatang akan sama akuratnya. Dan kita tidak boleh memandang sebagai alasan mutlak untuk mengambil posisi. Karena sinyal dari momentum hanya sebagai pemabantu keputusan trader dari menganalisa keadaan suatu market. Kalau kita mengkaji lebih dalam, indikator momentum terlihat seperti Moving average (MA), tapi fungsinya berbeda dari MA yaitu sebagai indikator yang mengukur kecepatan atau perlambatan perubahan harga. Untuk menambah pemahaman, dibawah ini ada ilustrasi dari indikator momentum (MOM) yang tengah mulai memudar sebelum tren harga benar-benar selesai.

(Visited 325 times, 1 visits today)