UMUR TREND DAN SIKLUSNYA

In Panduan Analisa Teknikal by Della Fitriani

trend-forex

Semua tren memiliki periode durasi yang berbeda dan juga bervariasi dalam periode analisa. Tren jangka panjang berlangsung selama lebih dari satu tahun. Rata-rata durasi sebuah tren jangka panjang adalah 2-2,5 tahun. Tren jangka menengah bertahan mulai 3 sampai 6 bulan hingga satu tahun. Durasi tren jangka pendek berlangsung selama satu hari hingga tiga bulan. Umur sebuah tren dapat ditentukan dengan bantuan dari analisa daur hidup atau siklus tren. Oleh karenanya, sangat penting untuk menentukan durasi dan amplitudo sebuah siklus.

Siklus tren dapat dibagi menjadi tiga fase: kelahiran, pertengahan, dan akhir tren.

Anda dapat gagal mengenali sebuah kelahiran tren, namun hal ini bukanlah yang terpenting. Hal yang lebih penting adalah untuk menangkap sebuah tren dalam periode pertengahannya yang biasanya jauh lebih menguntungkan dibandingkan pada fase pertamanya. Namun, berhati-hatilah ketika membuka sebuah perdagangan dalam arah manapun ketika sebuah tren berakhir. Anda beresiko untuk gagal mendapatkan keuntunan, dan lebih jauh lagi, Anda akan menanggung kerugian yang substansial jika Anda tidak bereaksi terhadap pembalikan tren pada waktunya.

Umumnya, ketentuan untuk menentukan fase siklus berikutnya patut untuk diperhatikan untuk tujuan analisa tren. Peningkatan jumlah perdagangan (volume transaksi) adalah penting bagi awal sebuah siklus. Pada saa ini oscillators dapat memberikan sinyal yang salah. Awal sebuah tren berlangsung selama sepertiga dari durasi sebuah siklus.

Pada pertengah siklus, tanda-tanda pertama kelelahan pasar mulai tampil. Terjadi penurunan aktifitas tertentu, namun umumnya hal initidak diikuti dengan kembalinya ke level kutipan sebelumnya. Perubahan harga yang dramatis menjadi lebih sering terjadi dalam periode pertengahan dibandingkan pada beriode awal sebuah siklus. Hal ini karena fakta bahwa pada saat tersebut, pemicu tren baru mulai diikuti oleh sejumlah besar spekulator. Periode pertengaan berakhir dengan kemunduran kecil atau pergerakan yang flat.

INFO :
Selama fase terakhir, jumlah modal spekulatif yang bebas mulai berkurang. Hal ini mengakibatkan penurunan jumlah perdagangan yang dilakukan. Fluktuasi harga yang tajam (dibandingkan periode keuda) hamir tidak terjadi. Pada akhir siklus, kecemasan pasar semakin menampakan diri seiring terjadinya fluktuasi harga yang berlawanan arah dan tajam. Pasar mulai bersiap menyambut tren baru.
(Visited 39 times, 1 visits today)