USD/JPY Terbenam Usai Pernyataan Menlu Korut

In Berita Fundamental Ekonomi by Reza Pahlevi

Yen Jepang unggul terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Selasa (26/Sep) Pagi tadi sehubungan dengan perkembangan baru di Semenanjung Korea. Sedangkan Euro tampak harus berjuang di level rendah empat minggu terhadap Dolar AS.

Dolar AS stabil di level 111.760 yen, dan kembali melandai ke level 111.601 saat berita ini ditulis. USD/JPY sempat menyentuh level 112.530 di sesi perdagangan kemarin. Euro juga menunjukkan sedikit perubahan terhadap Yen, dimana EUR/JPY berada pada kisaran 132.460 setelah jeblok hingga lebih dari 1 persen kemarin malam.

Yen memanen perolehan yang cukup pesat setelah Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, mengatakan bahwa Presiden AS, Donald Trump, dianggap telah mendeklarasikan perang terhadap Korea Utara. Oleh sebab itu, negara terisolasi tersebut merasa memiliki hak untuk memberikan tanggapan balik, termasuk melumpuhkan pasukan udara AS walaupun seandainya tidak sedang berada di wilayah udara Korea Utara.

Pernyataan Menlu Korut itu diasumsikan para trader sebagai isyarat untuk kembali ke aset-aset safe haven termasuk Yen Jepang. Akibatnya, mata uang Jepang pun melonjak. Meski demikian, sejumlah pihak masih sangsi apakah aset-aset Jepang masih akan diburu apabila Asia benar-benar harus berperang nantinya.

“Dolar AS cenderung bergejolak apabila masalah Korea Utara memgalami perkembangan baru, akan tetapi apabila The Fed dapat menaikkan suku bunga pada bulan Desember seperti yang telah diproyeksikan, (maka) hal itu dapat menjadi faktor terpenting (yang menentukan pergerakan Dolar AS),” kata Shin Kadota, ahli strategi forex di Barclays Tokyo yang dikutip oleh Reuters.

Note:
Fokus pasar lainnya pada hari ini adalah pidato Ketua The Fed, Janet Yellen, di Cleveland pada pukul 23:45 WIB dengan topik tentang inflasi, ketidakpastian, dan kebijakan moneter.
(Visited 20 times, 1 visits today)